Nikah Siri Tak Terdeteksi Kemenag

0
1190
Marwin Jamal, Kepala Kanwil Kemenag Kepri melantik kepala Kemenag di kabupaten kota baru F-SUHARDI/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Pernikahan memang menjadi dambaan setiap orang yang hidup di dunia ini. Karena setiap ingin mempunyai impian membina rumah tangga bahagia bersama pasangan yang sudah dinikahinya. Kemudian, kedepannya pria bakal ingin membahagiakan istri serta anaknya. Bagaimana kebahagiaan itu hilang, setelah anak tersebut mengetahui orangtuanya nikah siri.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kota Tanjungpinang, Erman Zaruddin mengatakan, pihaknya belum bisa mendeteksi adanya pernikahan siri di Tanjungpinjang. Alasannya, dirinya baru tiga hari menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenang Kota Tanjungpinang.

Kemudian, sambungnya, pernikahan siri dilakukan oleh masyarakat secara diam-diam atau tersembunyi. Sehingga tidak ada satupun orang yang tau, kalau ada sepasang pengantin sedang melakukan akad nikah siri.

Baca Juga :  Air Keruh, Developer Didemo

“Kalau ditemukan nika siri, kita akan tindak. Apa lagi yang menikahkan sepasang pengantin tersebut,” kata Erman kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (6/10).

Karena menurutnya, berdasarkan PP Nomor 9 tahun 1975 sebagai peraturan tentang pelaksanaan UU Nomor 1 tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan bagi penganut Islam dilakukan oleh pegawai pencatat, dengan tata cara pencatatan.

Sebelum ada UU Nomor 1 tahun 1974, masalah pernikahan diatur dalam UU Nomor 22 tahun 1946 yang menyebutkan perkawinan diawasi oleh pegawai pencatat nikah, yaitu Kantor Urusan Agama (KUA).

Baca Juga :  Peserta BPJS Kesehatan Menunggak akan Didata

Karena pernikahan ini, ada hubungan dengan pencatatan kependudukan. Mulai dari buku nikah, kartu keluarga, akta kelahiran anak dan dokumen kependudukan lainnya. Kalau tidak ada bukti buku nikah, maka hanya nama ibu kandung anak tersebut.

“Apa mau dibilang anak tersebut disebut hasil berzinahnya. Kan tidak bakal mau,” ucap dia.

Oleh karena itu, ia minta kepada masyarakat yang sudah terlanjur nikah siri, untuk berupaya datang ke Pengadilan Agama (PA) Tanjungpinang dilakukan isbat nikah. Sehingga sepasangan suami istri tersebut bisa mendapat kepastian hukum. Karena pengadilan yang akan memutuskan sah atau tidak sepasangan suami istri tersebut.

Baca Juga :  Masih Banyak Angkot Tak Layak Beroperasi

Kalau pengadilan menyatakan sah, maka sepasang suami istri untuk segera melaporkan ke KUA. Supaya mendapat buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA tersebut. “Jangan diam-diam saja,” ucap dia.

Ia mengharap, masyarakat untuk segera lapor ke Kemenag Kota Tanjungpinang hingga kepolisian, apabila ditemui sepasang penganti melakukan nikah sirih atau nikah dibawa tangan. “Di Karimun pernah kita tangkap mereka nikah siri. Mereka langsung di proses hingga masuk penjara tujuh bulan,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here