Nilai IPK Tetap Bagus

0
618
MEMBERSIHKAN: Mutia Evita dan Hesi sepulang kuliah kembali membersihkan sampah di Engku Putri. f-ISTIMEWA

Dua Mahasiswi Jadi Petugas Kebersihan

TANJUNGPINANG – Setiap pagi dan sore, seluruh petugas kebersihan sesuai dengan kawasannya akan membersihkan sampah yang ada setiap sudut Kota Tanjungpinang. Begitu juga dengan Mutia Evita mahasiswa semester lima jurusan Manajemen di UMRAH yang dua tahun terakhir memilih pekerjaan tersebut.

Untuk masa kini, tidak semua orang mau menjadi pasukan kuning, apalagi anak-anak muda. Tapi baginya itu tidak persoalan, asalkan bisa dikerjakan dan tak mengganggu proses kuliah akan tetap dijalani.

Diceritakannya, bila perkuliahaan hari itu, di mulai pukul 8.00 pagi, maka ia akan ke luar dari rumah menuju lokasi pekerjaan setelah salat subuh. Kemudian sekitar pukul 07.00 pagi akan kembali ke rumah dan bersiap untuk ke kampus.

Baca Juga :  Pengurus HMJ 4 Prodi STAI-MU Dilantik

Setelah pulang kuliah, sore harinya akan kembali ke lokasi yang sama untuk membersihkan sampah-sampah yang berserak. ”Saya pribadi tidak malu, bahkan terkadang bertemu dengan teman kuliah akan bertegur sapa,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, di jumpai di lokasi.

Sejak dua bulan terakhir ini, ia bekerja tak sendiri, ditemani satu mahasiswi lainnya dari Jurusan Bahasa Indonesia Hesi Kusuma. Mereka sepakat untuk membagi dua upah dari petugas kebersihan. Yaitu masing-masing menerima Rp 600 ribu per bulan.

Ini dipilih Mutia Evita karena lokasi Engku Putri lebih luas dari lokasi pertamaa di Basuki Rahmat. ”Sudah dua bulan terakhir dipindahkan ke lokasi ini, rasanya lebih luas dari yang sebelumnya. Sebagai rasa tanggung jawab makanya mengajak satu kawan lagi,” ujar anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

Baca Juga :  BTP Buka Pendaftaran Kelas Mandiri

Diceritakannya, awal mula kertertarikannya karena sering membantu almarhum kakeknya yang bertugas sebagai petugas kebersihan Pemko Tanjungpinang. Seperginya mendiang kakeknya, ia memutuskan untuk menemui bidang kebersihan Disperkim Tanjungpinang agar lokasi tersebut dilanjutkan olehnya. ”Alhamdulillah di kabulkan,” ungkap mahasiswi asal Anambas ini.

Meski memiliki pekerjaan yang cukup berat, namun mampu memperoleh nilai akademisnya yang baik. Itu terbukti dari nilai IPK 3,6 dan tercatat sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidik misi. Begitu juga dengan Hesi yang merupakan anak Batam tersebut berhasil meraik IPK 3,85.

Hesi menuturkan, ia tak seberuntung Mutia yang mendapatkan beasiswa untuk membantu biaya hidup. ”Saya sedang urus pengganti bidik misi dari kawan, 30 November nanri baru diketahui dapat atau tidaknya,” ungkap anak pertama dari lima bersaudara tersebut.

Baca Juga :  Ukir Sejarah, Lulusan Perdana dengan IPK 4,0

Suka duka menjadi petugas kebersihan tentu ada, namun juga ada kebahagiaan tersendiri. Terutama saat Tanjungpinang menerima adipura. Meski hanya bagian kecil yang dibersihkan namun ia bersyukur, bahwa kerja kerasnya memiliki hasil yang membagakan daerah. ”Bukan hasil kerja saya sendiri, namun saya senang bila tahun ini kembali meraih adipura,” paparnya senyum.(DESI-HESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here