Nilai Sejarah Novel Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang

0
730
Salah satu peserta yang bertanya pada sesi dialog.

TANJUNGPINANG – Novel sejarah Selak Bidai Lepak Subang Tun Irang memiliki nilai sejarah yang harus menjadi tauladan bagi anak-anak remaja atau milenial. Tercatat, ada18 nilai karakter yang terkandung dalam novel Rida K Liamsi diluncurkan, Rabu (17/7).

Menurut Dekan FKIP UMRAH, Abdul Malik yang menjadi pembedah novel tersebut, nilai-nilai sopan santun, cinta tanah air, bertanggungjawab, dan nilai nilai karakter lainnya terkandung di dalam novel yang ditulis dengan lincah oleh Rida K Liamsi.

Meski demikian, Malik mengingatkan novel ini harus dibaca mereka berumur di atas 17 tahun karena menyangkut soal percintaan. Seorang perempuan putri kerajaan yang cintanya dihianati oleh Raja Kecik yang memilih adik dari Tun Irang yang semula dijanjikan akan dinikahi. Seharusnya Raja Kecik menikah dengan Tun Irang.

Baca Juga :  Sabu 5 Kg dan 19 Ribu Ekstasi Akan Dimusnakan

Novel Rida kali ini mengisahkan seorang perempuan kerajaan yang cerdas, memiliki daya lobi yang luar biasa hebat sehingga bisa meyakinkan lima Opu yang dipimpin Daeng Perani untuk membantu Tun Irang merebut kembali kerajaan yang pernah dimiliki ayahnya direbut oleh Raja Kecik.

Novel yang dari awal hingga akhir banyak mengandung konflik antara dua beradik karena Tun Irang dikalahkan oleh adiknya karena dinikahi Raja Kecil. Terpenting adalah bagaimana konflik emosional dibancuh konflik politik menambah daya tarik novel sejarah ini.

Baca Juga :  HUT Alumni Akabri 88 ke-32 Tahun

Rida K Liamsi, mengatakan novel ini menggunakan bahan baku sejarah memiliki kebebasan untuk membawa arah alur cerita. Buku tersebut awalnya Luka Cinta Tengku Tengah atau Tun Irang.Tetapi kata Rida, tokoh ini sosok yang luar biasa.

“Sebetulnya siapa yang memenangkan konflik politik ini?Perlawanan Tengku tengah, sampai di jenjang perkawinan anak anaknya.Dan baca buku ini harus sampai tuntas,” ujarnya.

Rida menemukan prasa yang tak mudah diucapkan perempuan seperti Selak Bidai Lepak Subang di Tuhfat Al Nafiz untuk membujuk agar lima Daeng mau membantu.

Baca Juga :  Petir Ancaman Tertinggi Pemadaman

“Pertaruhan politik saat itu sangat luar biasa.Sehingga Tun Irang berani mengambil keputusan strategis mengundang lima Opu Bersaudara. Memang saat itu Tun Irang mengalami kondisi tertekan, ayahnya dibunuh dan cintanya dihianati,” kata Rida.

Rida mengatakan buku ini bertujuan supaya generasi sekarang belajarlah dari sejarah sehingga kita menjadi sesuatu. Buku ini untuk dibaca siapa saja. Karena anak-anak sekarang sudah cerdas,” kata Rida. (pat)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here