Nilai Standar Kelulusan Siswa SD Masih Dibahas

0
2757
SD Satu atap Madong: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang Ade Angga foto bersama siswa SD Satu Atap Madong, belum lama ini. f-desi liza purba/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Dinas Pendidikan Provinsi kepri, melakukan sosialisasi ke perwakilan kepala sekolah dan guru kelas VI SD di lingkungan Pemko Tanjungpinang, terkait Prosedur Operasi Standar (POS) Ujian Sekolah (US) dan bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tingkat SD/MI dan Paket A.

Ujian Sekolah tingkat SD akan dilaksanakan 15 Awal Mei mendatang dengan tiga mata pelajaran untuk SD dan MI. Serta lima mata pelajaran untuk Paket A dan ULA.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Juritno menuturkan bobot penulisan soal ujian sekolah masih sama seperti tahun sebelumnya. Yaitu 25 persen dari pusat dan 75 persen dibuat kabupaten-kota masing-masing melalui Kelompok Kerja Guru (KKG). Setelah itu, nantinya soal kembali di ramu menjadi 100 persen oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Di 2017 ini, ada perbedaan terkait pos anggaran, bila sebelumnya pencetakan berada di kabupaten-kota, maka sekarang berada di provinsi. Begitu juga dengan biaya pengandaan serta pendistribusian soal ke kabupaten kota.

Setelah soal sampai ke panitia kabupaten-kota, kemudian disalurkan ke masing-masing sekolah penyelenggaran. Ini baru menggunakan dana bos yang ada di setiap kabupaten-kota.

”Jadi kita berharap dana bos bisa segera cair, agar pelaksanaan US sekolah tingkat SD tidak ada yang tersendat,” ujarnya kepada peserta dari perwakilan sekolah yang hadi di Aula SMKN Tnajungpinang, Senin (27/2) kemarin.

Terkait penentuan standar nilai kelulusan siswa, diserahkan kepada masing-masing kabupaten-kota. Apakah sama dengan tahun lalu, atau berubah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menuturkan, standar nilai kelulusan dan nilai rata-rata siswa masih akan dibahas. Yang terpenting ditentukan sebelum siswa melaksanakan ujian Mei mendatang.

”Masih tapa dibahas, tetapi sebelum ujian berlangsung sudah ada keputusan,” tuturnya.

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Husnari menuturkan, masih melakukan rapat dengan perwakilan setiap kepala sekolah tingkat SD di Tanjungpinang.

Hanya saja ia menyebutkan, masing-masing sekolah bisa berbeda. Dilihat dari kemampuan masing-maisng siswa di sekolah tersebut.

”Kami masih membahas, namun bisa saja nilai standarnya tidak sama,” singkatnya.

Tahun ini ada sekitar 3.978 siswa kelas VI yang akan mengikuti ujian. Ini terdiri dari 70 sekolah tingkat SD dan MI. Ini belum termasuk sekolah paket A dan SLB, karena menjadi kewenangan provinsi.

Kepala Sekolah SDN 004 Tanjungpinang Timur, Retnowati menuturkan, belum ada penentuan pasti karena masih akan melakukan pertemuan dengan Kabid SD Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Husnari.

Hanya mengacu pada tahun lalu, SDN 004 Tanjungpinang Timur menetapkan nilai standar kelulusan untuk masing-masing mata pelajaran berebeda-beda. Matematikan 3,23, Bahasa Indonesia dan IPA yaitu 5,5.

”Tahun ini mungkin naik, karena sebagai sekolah rujukan, wajar jika standarnya terus meningkat,” ungkapnya.

Sesuai pengalaman tahun lalu, ada beberapa siswa yang berhasil memperoleh nilai sempurna untuk matematika. Sedangkan untuk Bahasa Indonesia dan IPA, banyak yang hampir sempurna dengan rata-rata hanya salah satu soal.

Meski demikian, ia mengakui ada juga siswa yang memperoleh nilai matematika dibawah standar yaitu 3,20. Namun tetap lulus, karena nilai mata pelajaran lainnya bagus ditambah penilaian lainnya.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here