Noor Lizah Bersyukur Ibu-ibu Antusias di Seminar Kanker

0
599
Cek kesehatan: Hj. Noor Lizah Nurdin melihat salah satu warga memeriksakan kesehatanya. f-istimewa/HumasRSUD Kepri

Seminggu 2 pasien Terdeteksi Kanker Payudara 

TANJUNGPINANG – Hj. Noor Lizah Nurdin bersyukur melihat antusiasme ibu-ibu di Tanjungpinang mengikuti Paps Smear dan seminar sehari deteksi dini kanker serviks dan payudara.

Tema seminar yang diangkat adalah How To Live With Cancer. Kegiatan ini bersempena dengan HUT Yayasan Kanker Indonesia (YKI) yang ke 40 dan diresmikannya Klinik YKI Kepri, Jumat (27/4) di Sekretariat LKKS Jalan Engku Putri No.8 Kelurahan Tanjungpinang Timur.

Noor Lizah menyempatkan diri melihat langsung pelaksanaan seminat kanker di RSUP Kepri. Antusias masyarakat terlihat dari kehadiran peserta seminar yang melebihi target, yakni 257 orang dari 200 orang yang mendaftar.

Seluruhnya berasal dari tenaga kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat. Tak lupa Noor Lizah memberikan reward kepada tenaga kesehatan peserta seminar yang berhasil menjawab pertanyaannya seputar kanker. Narasumber yang dihadirkan adalah dr.Indra Hidayah Siregar, SpB (K) FM dan dr.Zupri, SpOG (K) FM.

”Saya bersyukur melihat kehadiran dan antusias tenaga kesehatan kita dalam mengikuti seminar ini. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa makin membantu masyarakat yang terkena kanker. Saya juga bersyuk melihat ibu-ibu yang bersemangat melakukan paps smear,” ungkap Noor Lizah yang juga Ketua LKKS Kepri dan YKI Kepri ini.

Pada kesempatan itu, Noor Lizah juga langsung melihat pemeriksaan paps smear oleh para bidan yang terlatih dan bersertifikasi. Hasil Paps smear di baca oleh Spesialis patologi Anatomi yi dr. Aning Sp PA di Jakarta. Hasilnya bisa dilihat satu minggu setelah pelaksanaan.

Sebanyak 52 ibu-ibu mengikuti paps smear ini yang berasal dari organisasi perempuan di Tanjungpinang dan Bintan.

Sekretaris LKKS, dr. Sulastri Syafri menambahkan YKI Kepri membuka layanan klinik setiap hari. Dengan layanan konsultasi dan deteksi dini kanker.

”Kami menyiapkan dokter umum setiap harinya. Dan setiap Rabu dengan dokter Onkologi. Tak ada syarat apapun bagi masyarakat yang datang ke klinik ini. Dan sampai saat ini masih gratis,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dr. Sulastri, LKKS juga mengajak pihak ketiga seperti perusahaan-perusahaan swsata dan BUMD untuk ikut peduli membesarkan YKI Kepri. Terutama dalam pemanfaatan dana CSR perusahaan. Mengingat biaya pengobatan kanker yang cukup besar.

dr Supartini mengajak masyarakat untuk memeriksa lebih dini kondisi kesehatan. Supaya tahu kondisi kesehatan pada tubuh diri sendiri.

Apakah di dalam tubuh ini menyidap penyakit kanker atau tidak. Supaya masyarakat tetap sehat.

”Untuk mengetahui ada atau tidak kanker di dalam tubuh kita, setidaknya lakukan pemeriksaan kesehatan lebih dini. Ini yang paling utama. Kita tidak usah takut dan malu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di dalam tubuh kita sendiri,” kata Supartini.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Provinsi Kepri-Tanjungpinang, dr Asep Guntur menambahkan ada sekitar 250 orang sebagai peserta seminar how to live with cancer.

Mereka merupakan dokter, bidan dan perawat yang bertugas, baik di puskesmas maupun rumah sakit Tanjungpinang maupun Bintan.

”Karena mereka ini adalah ujung tombak kita,” kata Asep Guntur.

Kata Asep, dokter, bidan dan perawat yang bisa mendeteksi lebih dini kanker yang sudah menyerang di dalam tubuh manusia tersebut.

Oleh karena itu, apabila tim medis ini menemukan pasien yang memiliki benjolan kecil berada di payudaranya, segera memberikan rekomendasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih mendalam lagi.

Supaya jangan sampai benjolan tersebut makin membesar di payudara. Kalau sudah benjolan makin lama membesar, maka tidak menutup kemungkinan bibit kanker payudara tersebut sudah menyebar di dalam tubuh manusia tersebut.

”Makanya kita sarankan, lakukan pemeriksaan kesehatan sedini mungkin. Sehingga bibit kanker payudara tersebut tidak menyebar ke man-mana,” ucap dia.

Setiap seminggu sekali, kata Asep Guntur dua hingga tiga pasien yang terdeteksi penyakit kanker payudara oleh tim medis RSUD Provinsi Kepri-Tanjungpinang.

Kebanyakan yang mengidap penyakit kanker payudara, adalah perempuan yang sudah berkeluarga. Ada pasien yang menyidap kanker payudara masih di stadium awal dan sudah lanjut.

”Tapi, kebanyakan sudah membesar, baru pasien datang ke rumah sakit,” terang dia.

Kalau sudah seperti itu, lanjut dia, tim medis langsung mengambil tindakan operasi kepada pasien yang mengidap penyakir kanker payudara tersebut.

Kalau sudah dilakukan operasi, terang dia, pasien tersebut harus melakukan kemoterapi. Sehingga jangan sampai bibit penyakit kanker payudara menyebar ke mana-mana.

Meski belum tersedia, pihak RSUD Provinsi Kepri-Tanjungpinang sedang berupaya untuk memiliki alat kemoterapi pasien kanker payudara.

”Ada dua tenaga medis kita sedang melakukan pelatihan kemoterapi. Nanti, kalau sudah ada, dua tenaga medis ini yang membantu mengoperasikan lata kemoterapi tersebut,” sebutnya.

Biar tahu ada atau tidak penyakit kanker payudara, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini.

”Jangan malu untuk melakukan kesehatan. Investasi sangat berharga adalah kesehatan,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here