November, KPU Baru Terima DP4

0
572
PILGUB KEPRI 2014: Petugas TPS dipantau oleh anggota Panwaslu Kota Tanjungpinang saat pemilihan Gubernur Kepri 2014 lalu di Tanjungpinang. -F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang masih menunggu data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) untuk Pilwako Tanjungpinang 2018 dari Kemendagri.

TANJUNGPINANG – Diharapkan dari pengelolaan dan pemutakhiran data pemilih ini, nantinya DP 4 bisa ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT). Rencananya, DP4 baru diserahkan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ke KPU RI di Jakarta, pada 24 November 2017 nanti. Hal ini diungkapkan Devisi Perencanaan Anggaran KPU Kota Tanjungpinang, Zulkifli Riawan, kemarin. ”Kita belum terima DP4. Karena KPU RI akan menyerahkan DP4 ke masing-masing daerah yang akan menggelar pesta demokrasi di tahun 2018 mendatang. Ada sekitar 170 kabupaten/kota serta provinsi di Indonesia termasuk Kota Tanjungpinang, yang akan merayakan pesta demokrasi serentak di tahun 2018 mendatang,” tegasnya.

Kata dia, setelah KPU menerima DP4, ia baru tahu jumlahnya DP4 berapa. Kalau sekarang KPU belum bisa memastikan. Karena, belum menerima menerima DP4 dari KPU RI. Meskipun belum menerima DP4, kata Zulkifli amsumsi jumlah DPT kurang lebih ada 170.000 jiwa yang akan memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang di tahun 2018 nanti. 170.000 jiwa ini sudah termasuk, DPT anak remaja sudah berumur 17 tahun sebelum pencoblosan 27 Juni 2018 mendatang. ”Asumsi pemilih di Pilkada Tanjungpinang kurang lebih 170.000 jiwa,” tegasnya.

Karena di DPT Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri tahun 2015 lalu, DPT di Tanjungpinang kurang lebih 148.000 jiwa. ”Pilkada tahun 2018 mendatang bakalan bertambah jumlah pemilih. Jadi, kita asumsikan dan kita perkirakan kurang lebih 170.000 jiwa bakal memilih kepala daerah di Tanjungpinang,” sebut dia.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul minta kepada warga Tanjungpinang, supaya tidak golput dalam pilkada Tanjungpinang. Karena, pengalaman di pilkada 2013 lalu, masih banyak warga Tanjungpinang belum menyalurkan hak pilihnya. Karena, pemilihan kepala daerah adalah pesta rakyat. ”Golput di Tanjungpinang pilkada 2013 dan pilgub Kepri 2015, masih banyak warga kita belum memilih,” tegasnya.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here