Numpang Naik Motor, Rupanya Petugas

0
483
Seorang napi yang kabur dari Lapas diamankan petugas setelah berhasil ditangkap, kemarin. Kini, semua napi yang kabur dari Lapas Batu 18 Kijang sudah ditangkap. f-jendaras/tanjungpinang pos

Ketika Napi Kabur Kelaparan di Kebun Sawit

Dua narapidana (napi) yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang Km 18 Kijang, Bintan akhirnya berhasil ditangkap. Sebelumnya, satu napi ditangkap sebelum berhasil meninggalkan lapas, Kamis dini hari saat kejadian. Nah, penangkapan dua napi yang kabur ini, punya cerita berbeda.

BINTAN – Tim pencarian buronan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang bersama aparat kepolisian Gunung Kijang tak putus asa mencari dua napi yang kabur, Kamis (1/3) dini hari sekitar pukul 03.35 lalu.

Beberapa lokasi dilakukan penyisiran. Bahkan, warga Bintan pun turut berpartisipasi untuk memberikan informasi kepada aparat, atas dua napi yang kabur itu. Masing-masing Juhairi dan Muhammad Effendi, pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur ini. Yang dua inilah napi kabur tersebut.

Setelah pencarian memasuki hari kelima, Senin (5/3) sore sekitar pukul 16.20, tim pencarian buronan Lapas Kelas IIA Tanjungpinang melakukan patroli dengan sepeda motor di wilayah Desa Toapaya Selatan. Tepatnya di area perkebunan sawit milik PT Tirta Madu.Saat itu, tiba-tiba muncul seorang pria dari perkebunan sawit menuju jalan aspal. Pria ini pun meminta tumpangan atau ingin menumpang naik motor, kepada petugas.

Sepertinya pria yang diketahui bernama Juhairi ini, tidak tahu, bahwa yang membawa sepeda motor itu adalah tim pencarian buronan. Juhairi dengan enteng menyatakan, minta diantarkan ke kantor polisi. Ia ingin menyerahkan diri, setelah beberapa hari kabur dari Lapas.

Tim pencarian buronan ini tak perlu membawa Juhairi ke Kantor Polsek Gunung Kijang. Juhairi langsung dibawa ke Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Satu napi tertangkap.

Berselang beberapa jam kemudian, Muhammad Efendi si buronan pun tertangkap, sekitar pukul 01.20, Selasa (6/3) dini hari. Effendi sempat diamankan warga Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur, sebelum diserahkan kepada petugas Lapas. Dalam proses penangkapan Effendi, sedikit unik.

Awalnya Effendi ditemukan oleh warga yang sedang menjalankan tugas ronda. Saat itu, warga berusaha mendekati Effendi. Namun, si buronan ini lari dan sembunyi di gorong-gorong, atau jembatan penghubung sungai kecil. Warga pun melakukan pencarian dan berhasil ditemukan di dalam gorong-gorong tersebut.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi tersebut. Dijelaskannya, untuk napi bernama Effendi diamankan oleh warga yang sedang berjaga malam.

”Effendi ditangkap warga saat sembunyi di gorong-gorong. Saat itu ia dikejar warga dan berusaha melarikan diri, dan bersembunyi,” jelasnya.

Kasi Administrasi dan Tata Tertib Lapas Tanjungpinang Fajar kusnaldi membenarkan, semua napi yang kabur sudah ditangkap.

”Untuk penangkapan Efendi, pertama kali diamankan warga Jalan Musi, Kelurahan Sei Lekop, Bintan Timur. Kemudian dilaporkan kepada Tim LP Tanjungpinang, dan kita amankan malam tadi,” kata Fajar Kusnaldi, Selasa (6/3) pagi.

Ia menambahkan, atas peristiwa tersebut, pihak Lapas Tanjungpinang akan meningkatkan pengawasan pengamanan di Lapas, guna mengantisipasi tahanan yang akan melakukan pelarian dari Lapas.(YUSFREYENDI-JENDARAS KARLOAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here