Nunggak, Wajib Pajak Dapat ”Hadiah” Spanduk

0
256
Petugas memasang spanduk di tempat usaha yang nunggak bayar pajak. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG- Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki cara baru untuk mengantisipasi wajib pajak (WP) yang membandel untuk melunasi pajak yang harus disetorkan. Cara tersebut dengan memasang spanduk yang berikan keterangan usaha tersebut nunggak pajak. Hingga kemarin, tunggakan wajib pajak belum menyetor pajak ke pemerintah mencapai Rp3 miliar.

Mulai Kamis (30/8), tim terpadu mulai memasang spanduk di depan tempat usaha milik wajib pajak, isi spanduk bertuliskan ‘Wajib pajak ini menunggak pajak daerah’. Spanduk ini dipasang di tempat usaha kedai kopi sampai rumah makan di Kota Tanjungpinang, yang menunggak  pajak. Ada lima dinas yang tergabung di tim terpadu. Yakni, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Tanjungpinang, Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tanjungpinang.

”Pemasangan spanduk itu, salah satu upaya kita dari BPPRD Kota Tanjungpinang kepada wajib pajak yang menunggak pajak daerah. Kita berikan shock terapi kepada wajib pajak,” kata Kepala Bidang (Kabid) Penagihan, Pembukuan dan Pemeriksaan BPPRD Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (30/8).

Menurutnya, tim terpadu hanya memasang spanduk tersebut ke tempat usaha milik wajib pajak, yang sudah menunggak bayar pajak daerah bertahun-tahun. Ada wajib pajak tidak membayar pajak daerah dua sampai tiga tahun.

Bahkan ada juga wajib pajak dari pertama beroperasinya tempat usahanya tidak pernah sama sekali membayar pajak daerah. Seperti pemilik rumah makan sampai dengan kedai kopi atau warung kopi.

Nazri menilai, pemasang spanduk yang dilakukan tim terpadu sangat ampuh. Pasalnya, wajib pajak yang merasa tempat usahanya dipasang spanduk langsung datang ke Kantor BPPRD Kota Tanjungpinang.

Ada wajib pajak meminta keringanan membayar pajak daerah kepada BPPRD Kota Tanjungpinang melalui surat pernyataan yang telah dibuatnya. Ada juga wajib pajak langsung membayar tunggakan pajak tersebut.

”Walaupun dibayar oleh wajib pajak dengan cara menyicil. Yang penting wajib pajak sudah memiliki niat untuk bayar pajak daerah,” terang dia.

Menurutnya, bagi yang sudah memiliki niat baik,tim terpadu akan melepaskan hingga menurunkan spanduk dari tempat usahanya. ”Intinya, wajib pajak sudah membuat surat perjanjian untuk akan melunasi tunggakan pajak miliknya. Kita hitung-hitung sampai sekarang, ada sekitar Rp3 miliar tunggakan pajak daerah yang belum dibayar oleh wajib pajak,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here