Nurdin : Asal Bahasa Indonesia dari Kepri

0
755
BERSALAMAN: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersalaman dengan Presiden RI Joko Widodo di acara Rakorpimnas PGRI di Hotel Sahid Jaya Jogjakarta, Sabtu (22/7). f-istimewa/humas pemprov kepri

JAKARTA – Rakorpimnas PGRI di Hotel Sahid Jaya Jogjakarta, Sabtu (22/7). Dalam Rakorpimnas di Jogjakarta itu, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mempertegas kesiapan Kepri sebagai tuan rumah Konkernas V PGRI yang akan dilaksanakan di Batam, Februari 2018. Sebagai tuan rumah, Nurdin meyakinkan kongres akan berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan yang semakin memajukan dunia pendidikan Indonesia. ”Kepri siap jadi tuan rumah. Apalagi jika guru-guru yang datang, harus dimuliakan,” kata Nurdin yang orang tuanya juga seorang guru.

Ribuan guru akan hadir pada Konkernas V tersebut. Nurdin mempromosikan mempesonanya pariwisata di Kepri. Termasuk kuliner-kuliner yang akan membuat para guru dan pengurus PGRI semakin terpesona dan bakal datang lagi. Nurdin juga bercerita tentang Bahasa Melayu yang menjadi bahasa persatuan seperti dideklarasikan Sumpah Pemuda. Bahasa itu berasal dari Kepri, Pulau Penyengat.

Baca Juga :  Semua Suku Kompak Bacakan Ikrar Deklarasi Kebangsaan di Gedung Daerah

Demikian juga Gurindam 12, yang juga perlu dijadikan tunjuk ajar untuk generasi penerus bangsa, juga berasal dari Pulau Penyengat. ”Semua itu untuk menyatukan Indonesia. Semoga kini kita juga bisa menyatukan diri dengan konektivitas hati,” kata Nurdin.

Dalam pidato kesiapan Kepri sebagai tuan rumah Konkernas V PGRI Tahun 2018 sebelum Presiden Jokowi, Nurdin juga menekankan tentang perubahan yang sudah di depan mata dan persaingan antar sumber daya manusia ke depan semakin berat. Terlebih Kepri yang berada di kawasan perbatasan dengan sejumlah negara tetangga.”Kita dan generasi kita harus berpegang pada empat pilar kebangsaan. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945,” kata Nurdin.

Menurut Nurdin, sebagai daerah perbatasan, ancaman radikalisme dan bahaya narkoba terus mengintai untuk merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.
Arus perdagangan dan budaya juga semakin deras. Perlu benteng-benteng yang kokoh untuk menjaga generasi dengan karakter yang kuat dan penuh budi pekerti yang baik. ”Guru menjadi yang terdepan untuk memupuk dan memperkuat ke-Indonesiaan generasi kita. Kalau guru sudah merapatkan barisan, Indonesia semakin jaya,” kata Nurdin di hadapan ribuan pengurus PGRI seluruh Indonesia itu.

Baca Juga :  Kepri Cocok untuk Semua Investasi

Pada kesempatan itu, Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur H Nurdin Basirun menyebutkan generasi-generasi penerus Indonesia harus dipersiapkan dengan karakter yang kuat. Jati diri anak anak harus terus dipupuk dan dipelihara dengan karakter bangsa ini. ”Kepada para guru bangsa ini menitip amanah untuk memupuk dan memelihara jati diri anak kita sehingga muncul jiwa-jiwa yang mulia. Jiwa yang penuh akal budi, yang baik budi pekertinya,” kata Jokowi saat menghadiri Rakorpimnas PGRI di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta, Sabtu (22/7).

Baca Juga :  Kuota Haji Kepri Bertambah 303 Orang

Presiden Jokowi juga menyampaikan anak-anak Indonesia harus dipersiapkan karena menjadi generasi yang mempengaruhi landskape politik dan ekonomi. Jokowi berpesan jangan sampai arus perubahan itu mengubah sosial budaya dan karakter anak anak Indonesia. ”Siapa yang bisa mempersiapkan dan mengantisipasi ini? Bapak dan ibu guru sekalian,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pemerintah terus menyiapkan pembangunan insfrastruktur. Tetapi yang lebih penting adalah penyiapan sumber daya manusia. Kalau SDM tidak disiapkan dengan baik, mereka anak ditelan perubahan dan semakin ditinggal negara lain. ”Untuk memenangkan persaingan dan kompetisi tak ada yang lain kecuali mempersiapkan SDM agar nanti anak-anak kita berperan penuh dalam membangun negara ini,” kata Jokowi.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here