Nurdin Bakal Lama ’Menjomblo’

0
639

Pemilihan Cawagub Tak Tuntas

DOMPAK – Pemilihan Wakil Gubernur Kepri sudah diprediksi akan lama dan tidak tuntas tahun ini. Namun, ada juga yang memprediksi selesai Oktober ini.

Kenyataannya, sampai, Senin (16/10) kemarin, belum ada gambaran pemilihan Wakil Gubernur bisa dilaksanakan. Malah makin runyam. Sehingga, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bakal semakin lama sendiri alias jomblo menjalankan roda pemerintahan.

Liku-liku pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri masih belum jelas. Panitia Pemilihan (Panlih) Wakil Gubernur Kepri terpaksa menunggu partai pengusung Sanur (Sani-Nurdin) untuk menentukan calon pengganti, pascamundurnya Agus Wibowo (AW) sebagai salah satu Cawagub.

Jika AW tak sampai mengundurkan diri sebagai calon, dipastikan Oktober ini proses pemilihan oleh Panlih sudah bisa digelar. Hanya saja saat akhir kesempatan proses verifikasi dan klarifikasi pemberkasan, AW mundur tanpa memberikan alasan ke publik.

Baca Juga :  Presiden Janji Perbaiki Ekonomi Kepri

Pengamat politik Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabillah Tanjungpinang, Hendri Sanopaka, menyampaikan, proses pemilihan Cawagub Kepri dipastikan akan alot.

Meskipun Isdianto dalam proses administrasi Panlih menyatakan berkasnya sudah sesuai yang ditentukan, namun ada persoalan baru yang terjadi pasca mundurnya AW dari Cawagub.

”Walaupun nama Pak Isdianto sudah bisa diterima, bukan begitu saja mulus. Karena selama ini, nama Isdianto dan AW diusung Partai Demokrat, sementara partai lainnya nama Isdianto sudah konfirm, tapi satu nama tidak sepakat,” terang Endri kepada Tanjungpinang Pos, Senin (16/10) kemarin.

Dengan berkumpulnya lagi partai pengusung menentukan, siapa nama pengganti AW, artinya proses Cwagub ini dimulai dari awal lagi.

Baca Juga :  TERjebak Boat Bocor

”Kalau pun masih dipaksakan lagi, ada kemungkinan terjadi deadlock. Dan pasti ada timbul gugatan baik secara politik maupun secara hukum,” bebernya.

Untuk menentukan persepsi dari masing-masing partai pengusung tidak mudah. Karena menentukan satu nama pengganti AW tidaklah mudah. Meski nama Rini, putri kandung mendiang HM Sani disebut-sebut pengganti AW, namun semua parpol pengusung belum tentu memilihnya.

”Saya pikir partai pengusung harus akomodir nama yang masih tersisa saat ini untuk disepakati bersama. Tapi kalau itu tidak dilakukan, justru kita menduga ini ada upaya untuk sengaja mengulur-ulur, biar terus menjadi masalah,” ungkapnya.

”Seperti ada kesejangaan, Panlih pun memaksakan sesuatu yang masih berpolemik, pengusung sekarang masih diam-diam. Tapi nanti pas hari H nya, tidak setuju,” jelas Endri demikian.

Baca Juga :  Dompak bukan Istana Kota Piring!

Penggantian nama AW akan menjadi polemik baru di kalangan parpol pengusung Sani-Nurdin (Sanur). Sebab, masing-masing parpol sudah ada jagoannya dan sudah mendapat rekomendasi/persetujuan dari DPP.

Apabila hanya menjagokan satu atau dua nama menggantikan AW, maka kandidat lain yang juga sudah mendapatkan rekomendasi/persetujuan DPP akan mempermasalahkannya.

Karena itu, pemilihan Cawagub Kepri ini diprediksi bisa lama lagi. Hal ini juga pernah disampaikan sejumlah politisi di DPRD Kepri. (ais/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here