Nurdin Dianugerahi Santri of The Year 2018

0
90
Gubernur membahas KEK bersama Menko Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, kemarin f-istimewa/humas pemprov kepri

SURABAYA – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan anugerah Santri of The Year 2018 memberi motivasi dan mendorong pada pengembangan agama di Kepri.

Anugerah ini berarti bagi dirinya dan masyarakat untuk membangun negeri ini menjadi bangsa yang besar dan hebat.

”Mudah-mudahan anugerah ini tidak menjadikan kita sombong dan takabur, melainkan menjadi modal untuk membenah diri demi membangun bangsa ke depan yang lebih baik,” kata Nurdin usai dianugerahi Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi, di Sport Center UIN Sunan Ampel, Surabaya, Senin (29/10).

Nurdin mengatakan, dia ke Surabaya membahwa rombongan dari Kepri. Mereka adalah para hafiz dan hafizah yang juga mengharumkan nama Kepri dalam banyak bidang, seperti MTQ Nasional di Medan awal bulan ini. Hadir juga Sekdaprov Kepri H TS Arif Fadillah dan Ketua MUI Kepri KH Azhar Hasyim.

Menurut Nurdin, anugerah ini bukan milik dirinya sendiri, tetapi milik masyarakat Kepri. ”Kami tidak punya arti apa-apa kalau tanpa mereka,” kata Nurdin.

Nurdin menyampaikan, tidak ada arti infrastruktur yang dibangun secara fisik kalau mental tidak dibangun. Tantangan-tantangan ke depan, kata Nurdin, pasti siap dihadapi santri. Misalnya, untuk menghadapi Revolusi 4.0 tidak ada kata lain, santrilah bagian terdepan menghadapinya.

”Apalagi saat ini ideologi kita terganggu dan terusik. Kita harap santrilah yang terdepan sebagai mana mempertahankan keutuhan negara ini,” kata Nurdin.

Selain Nurdin, Santri of The Year 2018 juga diberikan untuk sejumlah kategori. Dahlan Iskan, dianugerahi

Santri Inspiratif Bidang Wirausaha/Entrpreneur. Untuk Pesantren Salaf Inspiratif diraih Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Amanatul Ummah Surabaya Mojokerto.

Pesantren Entreprenuer, diberikan kepada Pesantren Al Mawaddah Kudus. Untuk Pesantren Takhassus dianugerahi kepada Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbundo

Di Bidang Dakwah, Santri Inspiratif dianugerahi Dr KH Imam Mawardi. Untuk Santri Inspiratf Bidang Pendidikan diberikan kepada Prof Dr Abdul Haris, MAg, yang juga Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Untuk Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Kabupaten/Kota dianugerahi kepada Bupati Pekalongan. Santri Inspiratif bidang Seni dan Budaya dianugerahi Veryal Eisha Aqila “Veve” Zulfikar dari Sidoarjo. KH Mashuri dianugerahi Pahlawan Santri. Sedangkan Santri Mengandi Sepanjang Hayat diberikan kepada KH Hasyim Muzadi.

Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr Masdar Hilmy dalam sambutannya mengatakan, para santri of the year ini diharapkan menjadi inspirasi bangsa bahwa kaum santri dan pesantren sudah lama mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang postif, produktif dan kontributif.

Sementara itu, Direktur Islam Nusantara Centre Ginanjar Syakban mengatakan ini adalah anugerah ketiga diberikan sejak ditetapkannya Hari Santri. Anugerah ketiga ini digelar di Surabaya setelah yang pertama dan kedua diberikan di Jakarta.

Surabaya, kata Ginanjar adalah kota yang sangat luar biasa. Jakarta adalah wajah kemerdekaan dan Surabaya adalah rahim kemerdekaan Indonesia. Ini adalah kota ilmu, kota santri dan kota kepahlawanan.

”Ini untuk mengapresiasi para santri. Bakti kepada santri, kepada agama kepada negeri,” kata Ginanjar.

Wakil Gubernur Terpilih Jawa Timur, Emil Dardak mengatakan santri bisa berada dimana-mana. Bisa menjadi entreprenuer, seni budaya, di pemerintahan dan lainnya. Santri harus menjadi penggerak keberhasilan dan kemajuan bangsa Indonesia. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here