Nurdin Ingin Beli Pemain Profesional

0
372
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menyaksikan pemain Liga Pekerja Indonesia keluar lapangan, sebelum bertanding di stadion Citramas, Batam, baru-baru ini. f-istimewa/chris

PS Bintan dan 757 Berlaga di Liga 3

TANJUNGPINANG – GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun tak putus asa untuk memajukan olahraga cabang sepak bola di Kepri. Meski tim 757 Kepri Jaya FC sudah terdegradasi ke Liga 3 Indonesia, Nurdin justru ingin membeli pemain profesional dari tim Liga 2 Indonesia.

Gubernur berjanji siap merogoh kocek, untuk mengambil pemain profesional yang sudah berlaga di level Liga 2 Indonesia itu, pada tahun 2018 ini. Tujuannya, agar pemain profesional itu bisa memotivasi pemain lokal, dan membawa tim Kepri ke Liga 2 atau Liga 1 Indonesia, di musim mendatang.

”Saya sedang persiapkannya, saat ini. Selain pemain, saya masih cari pelatih yang bisa meningkatkan prestasi sepak bola Kepri,” tegas Nurdin kepada Tanjungpinang Pos, di Gedung Daerah, Tepilaut Tanjungpinang, Senin (22/1) kemarin.

Selain membeli pemain profesiona, Nurdin juga masih fokus terhadap pembangunan lapangan stadion Dompak, pada tahun 2018 ini. Stadion Dompak ini bakal menjadi kandang bagi tim Kepri, yang diisi pemain muda lokal (Kepri) dan beberapa pemain profesional yang dibeli nanti.

”Saya masih punya niat beli pemain di Liga 2, untuk memotivasi adik-adik kita,” terang Nurdin.

Justru itu, Nurdin sekaligus penasehat tim 757 Kepri Jaya FC tersebut mengharapkan, agar pemain muda di Kepri terus semangat untuk bangkit dan bersatu, dalam upaya mencapai prestasi sepak bola yang tinggi.

”Pemain di Liga 2 Indonesia yang kita beli nanti, itu untuk memotivasi dan meningkatkan kualitas pemain lokal kita. Sehingga, tim kita bisa naik ke Liga 2 dan Liga 1 Indonesia, di musim tahun depan,” jelasnya.

Mengenai pelatih, Nurdin juga ingin mencari pelatih yang mampu membawa tim dan pemain sepak bola Kepri ke level nasional. Sehingga, pemain muda Kepri tidak hanya bagus di kandang sendiri, melainkan bisa bersaing di luar Kepri.

”Kalau dulu, pelatih 757 Kepri Jaya FC itu cukup bagus. Tapi lebih banyak diajarkan tentang fisik. Sehingga pemain jadinya mau berantam terus. Ke depan, kita harapkan lebih baik lagi lah,” tutur Nurdin.

Untuk pembangunan stadion Dompak, Pemprov Kepri telah mengalokasikan dana sekitar Rp 20 miliar, pada tahun 2018 ini. Februari ini, proyek tersebut akan dilelang. Sehingga, pembangunan tahap pertama ini bisa selesai sebelum akhir tahun anggaran.

”Kalau tribun stadionnya, kita bangun tahun anggaran 2019 nanti,” kata Maifrizon, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, baru-baru ini.

Liga 3 Indonesia
Awal Januari 2018 lalu, PSSI pusat melaksanakan kongres tahunan. Dalam kongres itu, ditetapkan regulasi tentang liga di Indonesia. Untuk tahun 2018 ini, selain Liga 1 dan Liga 2, juga diselenggarakan Liga 3 dan Liga Nusantara.

”Kalau Liga 1 dan Liga 2, itu kan sudah jelas tim yang berlaga,” kata Abdul Rahman alias Jeje, asisten pelatih PS Bintan.

Sedangkan untuk Liga 3 Indonesia, Jeje menyampaikan, pesertanya merupakan tim yang terdegradasi dari Liga 2 di musim tahun 2017, dan tim yang masuk di putaran final Liga 3 Indonesia. Jika regulasinya seperti itu, kata Jeje, berarti hanya PS Bintan dan 757 Kepri Jaya FC yang berlaga di Liga 3 Indonesia, pada musim tahun 2018 ini.

Sedangkan PSTS Tanjungpinang, PS Karimun, PS Batam, Persedas Dabo (Lingga) dan beberapa tim yang berlaga di Liga 3 wilayah Kepri, masuk di level Liga Nusantara.

”Kami pun kurang paham betul, tapi seperti itu sistem liga di Indonesia, sekarang ini. Seharusnya Sekjen atau Plt Asprov PSSI Kepri yang menyosialisasikan regulasi terbaru ini. Sehingga, kita semua tahu,” ujar Jeje, kemarin. (YENDI – SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here