Nurdin Janji Perhatikan Sekolah Pelosok

0
722
SISWA BERKUMPUL: Siswa SMAN 1 Anambas duduk bersama saat kehadiran Gubernur Kepri H Nurdin Basirun bersama rombongan. f-suhardi/tanjugpinang pos

TANJUNGPINANG – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, mengingatkan agar dalam proses Penerimaan Siswa Baru (PSB), para orangtua calon siswa tidak memilih-milih sekolah.

Sudah menjadi pemadangan rutin setiap tahun, peserta mengantre di sekolah tertentu yang dianggap favorit dan enggan menyekolahkan anak di sekolah yang dianggap tertinggal atau di pelosok.

Ia menegaskan, belum tentu sekolah di pelosok tidak bagus, sebab selama masih menjabat Gubernur Kepri, sekolah berada di pelosok akan lebih diperhatikan guna memberikan rasa keadilan bagi dunia pendidikan saat ini.

”Ke depan kita berpikir sekolah yang berada di pelosok harus bagus,” jelas Nurdin. Mantan Bupati Karimun ini, bercita-cita meski secara lambat tapi pasti akan mengubah paradigma masyarakat bahwa sekolah di pelosok juga bagus.

Baca Juga :  Mau Baca Buku, Disediakan Bus Gratis

Mulai dari ketersediaan sarana, prasaranan untuk menunjang prestasi siswa. Dengan demikian akan diminati para siswa dan orangtua siswa. ”Saya optimis sekolah di pelosok maupun di perkotaan akan sama-sama bagus,” tambahnya.

Hanya Boleh Daftar Satu Sekolah Saja
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir menegaskan, mekanisme PSB di tingkat SMA/SMK sederajat akan diatur melalui Peraturan gubernur (Pergub). Saat ini, Pergub itu belum diteken Gubernur Kepri H Nurdin.

”Sekarang masih di Biro Hukum, sedang dipelajari dari beberapa aspeknya. Kemudian mengacu pada petunjuk teknis keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri,” kata Arifin.

Baca Juga :  Siswi Sekretaris Belajar Jamuan Makan

Pergub tersebut berisi bahwa setiap calon siswa hanya bisa mendaftar di satu sekolah negeri saja. Tidak menggunakan sistem rayon maupun pendaftaran sistem daring.

”Datang langsung ke sekolah. Semua calon siswa hanya diperbolehkan memilih satu sekolah negeri saja, jadi kalau tidak diterima, masuknya ke swasta,” tegas Arifin.

Atas dasar itulah, Arifin menyampaikan, bahwa PSB di sekolah swasta sudah dibuka lebih dahulu. Pasalnya, tak dipungkiri, jika semua calon siswa ingin masuk ke sekolah negeri.

Hnaya saja, daya tampung terbatas, ini artinya tidak bisa seluruh calon siswa diterima. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah menggelar rapat bersama dengan seluruh kepala sekolah swasta untuk sama-sama bersinergi mengurai benang kusut PSB yang nyaris terulang dari tahun ke tahun.

Baca Juga :  UNBK, Listrik Padam di Dua Sekolah

”Makanya untuk tahun ini, Disdik Kepri memberikan kesempatan kepada sekolah swasta, bahwa setiap rombongan belajar maksimal diisi 36 siswa. Ini upaya dalam peningkatan mutu,” tegasnya.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here