Nurdin Minta Bantu Yusril Ihza Mahendra

0
4345

JAKARTA – Ketua Tim Kuasa Hukum Gubernur Kepri Non-Aktif H Nurdin Basirun, Andi Muhammad Asrun menyampaikan saat ini pihaknya masih menunggu tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, bekerja dan terus mengumpulkan semua barang bukti terkait dugaan gratifikasi izin reklamasi.

“Saat ini kita masih melihat saja apa yang dikerjakan mereka, (KPK,red)
kita tidak boleh menghalang-halangi,” terang Andi kepada Tanjungpinang Pos via ponsel, Rabu (24/7) pagi.

Andi menyampaikan, dalam menuntaskan, kasus yang menjerat Nurdin Basirun terhadap KPK RI ini, dirinya menyampaikan tidak bekerja sendiri. Andi bersama tim kuasa hukum profesional dan berpengalaman. “Bahkan kita mengajak Pengacara Yusril Ihza Mahendra, sebagai saksi ahli, ketika sidang,” sebut Andi demikian.

Baca Juga :  Salip Dump Truk, Amoi Tewas

Andi menceritakan, Nurdin Basirun berada di Rutan kelas I cabang KPK atau K4. Menurutnya, Nurdin terlihat masih sangat tegar dan dalam keadaan sehat. Aktivitas selama di dalam Rutan, Andi menuturkan, Nurdin tak ayalnya seperti dirinya menjalankan tugas sehari-hari. “Ibadah, baca buku ringan, bahkan beliau pun mandiri, seperti misalnya cuci pakaian,” ujar Andi.

Ia menuturkan, saat ini petugas tidak membenarkan pengunjung lain selain keluarga dan tim kuasa hukum untuk berkunjung melihat
kondisi dirinya di dalam rutan.

“Sementara yang dibolehkan, keluarga dan kuasa hukum,”terang Andi.

Baca Juga :  Tim Saber Targetkan Kepri Zero Pungli

Lebih lanjut, Andi menyampaikan, bahwa saran Nurdin akan mengikuti perkembangan kasus yang menjerat. Nurdin sendiri kata dia, tidak tampak tertekan atas masalah yang dia jalani saat ini.

“Beliau menyarankan kepada kita, kita ikuti saja perkara ini, tidak
menghalang-halangi kerja KPK. Jelas kooperatif lah,” sebutnya.

“Tak lupa, kami juga menyarankan ke beliau, agar baca buku Undang-
undang, peraturan,” tambahnya.

Kepada Andi, Nurdin menyampaikan, tipikal orang yang memang sepenuhnya percaya terhadap kinerja bawahanya.

“Beliau sampaikan sudah mendelegasikan semua ke masing-masing dinas, jadi mereka menjalankan pekerja yang didelegasikan, sesuai peraturan perundang-undangan. Kalau ada yang nakal, bermasalah, maka berhadapan dengan hukum. Nurdin tidak akan mungkin, mengecek semua, tentang apa-apa yang terjadi di bawah. Misalnya berkas-berkas tidsak mungkin lah. Kita tunggu juga KPK maunya bagaimana, kalau sekarang, masih meraba-raba, bagaimana-bagaimana,” sebutnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here