Nurdin Minta PIOS Hasilkan Karya Ilmiah

0
370
TEKEN: Gubernur Nurdin hadir membuka secara resmi Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (Pios) bersempena dengan Milad Dwi Dasawarsa Kopertais Wilayah XII Riau Kepri bertempat di Alun-Alun Engku Putri Batam. f-IST/HUMAS PEMPROV KEPRI

BATAM – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengharapkan Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (Pios) dapat menghasilkan karya Ilmiah yang diteliti oleh mahasiswa Islam.

Karya Ilmiah tersebut bisa menjadi masukan dalam menyelesaikan persoalan pendidikan dan pembangunan daerah dan negara nantinya.

”Pesan saya, bangkitkan keilmuan adik- adik semua melalui kegiatan olahraga dan seni. Termasuk juga kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya. Gali dan cermati hasil studi serta riset sehinga bisa menghasilkan karya ilmiah yang dapat menyelesaikan masalah-masalah pendidikan, ekonomi, sosial, dan pendidikan Islam dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujar Nurdin.

Gubernur Nurdin hadir membuka secara resmi Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (Pios) bersempena dengan Milad Dwi Dasawarsa Kopertais Wilayah XII Riau Kepri bertempat di Alun-Alun Engku Putri Batam Senter, Senin (23/10).

Kegiatan yang diselaraskan dengan kegiatan Deklarasi Kebangsaan ini mengambil tema ”Kontribusi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Dalam Penguatan Identitas Lokal dan Kebangsaan di Era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)”.

Tidak itu saja, Nurdin juga meminta setiap mahasiswa mempunyai tekad yang kuat dalam mengukir dan meraih prestasi yang terbaik. Baik di bidang ilmiah maupun seni.

Terutama dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan dan ekonomi. ”Adik-adik mahasiswa adalah manusia- manusia beragama. Maka jadikanlah ajang ini untuk bangkit memperkenalkan Islam lebih luas lagi melalui kegitan positif,” pinta Nurdin.

Walikota Batam Muhammad Rudi juga berharap Pios bisa menjadi ajang melahirkan mahasiswa Islam dalam berbagai karya ilmiah dan ilmu.

Selain itu, sebagai tuan rumah penyelenggaraan PIOS, Rudi juga meminta masukan kepada seluruh mahasiwa Islam yang hadir untuk memberikan sumbang pikiran untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

”Saya sangat mengharapkan masukan dari semua pihak, terutama pemikiran adik-adik yang notebone adalah mahasiswa berbasis agama seperti ini.

Karena adik-adiklah yang akan mewarnai pembangunan spiritual ke depannya,” pinta Rudi. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here