Nurdin Pasrah, Marzuki Mundur

0
525
H Nurdin Basirin

Apri Belum Tentukan Sikap Pencalonan di Asprov Kepri

TANJUNGPINANG – TIGA bakal calon ketua Asprov PSSI Kepri tak bisa berbuat banyak, ketika PSSI memutuskan penundaan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk pemilihan Asprov Kepri. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun selaku Ketua Umum 757 Kepri Jaya FC pasrah. Calon incumbent mantan Ketua Asprov Kepri Marzuki menyatakan mundur. Sementara, H Apri Sujadi belum menentukan sikap.

H Nurdin Basirun mengurungkan niat maju sebagai calon ketua Asprov PSSI Kepri, Senin (19/3) kemarin. Namun, Nurdin tidak menjelaskan secara rinci, terkait kendala dirinya. Hanya saja, dirinya pasrah, jika ada tokoh olahraga yang mau memimpin Asprov PSSI Kepri definitif, ke depan.

”Kita dukung lah, siapa saja yang berpengalaman dengan sepak bola, untuk memimpin asprov PSSI Kepri ke depan,” tegas Nurdin saat menjawab Tanjungpinang Pos, di kantor Gubernur Kepri, Senin (19/3) kemarin.

Nurdin tak terlalu banyak membahas keinginannya memimpin Asprov PSSI Kepri. Meski sebelumnya ia siap bersaing di KLB pemilihan Asprov PSSI Kepri. Hanya saja, informasi yang dihimpin, Nurdin sendiri belum memenuhi persyaratan administrasi, yang diminta Komisi Pemilihan (panitia) KLB pemilihan Asprov PSSI.

Baca Juga :  Tuan Rumah Kalahkan Elang Laut

Meski demikian, Nurdin tetap optimis untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola Kepri. Terutama bagi 757 Kepri Jaya FC untuk menjalani laga Liga 3 Indonesia, di musim 2018 ini. Nurdin yakin, anak asuhan pelatih Ibnu Grahan bisa membawa tim Kepri bersaing di level nasional.

”Semoga kerja keras berlaga di liga 3 nanti, kita melanjutkan ke liga 2, di musim 2019,” harap Nurdin.

Pada kesempatan lain, calon incumbent Marzuki menyatakan mundur, dari pencalonan untuk pemilihan Ketua Asprov PSSI Kepri. Sikap mundur ini diputuskan Marzuki, setelah PSSI pusat menunda kongres KLB Asprov PSSI Kepri, melalui surat nomor 990/PGD/165/III-2018, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.

”Saya mundur dari pencalonan Asprov PSSI Kepri. Karena, saya sudah pindah tugas dan berdomisili di Provinsi Riau, untuk saat ini,” saat menghubungi koran harian ini, Senin (19/3) kemarin.

Marzuki mendoakan agar askab/askob dan klub-klub (voters) dapat menentukan dan memilih ketua, yang siap memajukan dan peduli dengan dunia sepak bola di Kepri, ke depan.

Baca Juga :  Exco Siapkan Draf Pengurus

”Kongres memang harus mengacu kepada statuta PSSI, tidak bisa dilaksanakan asal-asalan. Saya berharap, panitia dan semua pecinta sepak bola di Kepri, pro aktif dalam pemilihan Asprov ini,” harap Marzuki.

Sedangkan calon ketua lainnya, Bupati Bintan H Apri Sujadi selaku pembina PS Bintan, belum menentukan sikap dalam proses pencalonan di KLB Asprov PSSI Kepri. Menurut H Apri Sujadi, sampai saat ini, belum ada penjelasan dari komisi pemilihan maupun komisi banding dari Asprov PSSI Kepri, terhadap kebijakan PSSI pusat yang menunda kongres Asprov PSSI Kepri.

”Dengan kebijakan PSSI pusat itu, apakah tahapan pencalonan dianggap batal atau bisa dilanjutkan, pada saat KLB nanti, itu kan belum ada. Namun, saya mendukung siapa pun yang mau menjadi Ketua Asprov PSSI Kepri ke depan,” tutur H Apri Sujadi.

”Sekarang, saya fokus memantau kinerja Askab PSSI Bintan dan pengurus PS Bintan, untuk menyiapkan tim di Liga 3 Indonesia putaran Provinsi Kepri, musim 2018 ini,” tambah H Apri Sujadi.

Baca Juga :  Mitra Singkep Pamerkan ’Taji’

Sebelumnya, Plt Ketua Asprov PSSI Kepri Johar Lin Eng mengatakan, PSSI menunda penyelenggaraan KLB untuk pemilihan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kepri. Penundaan KLB Asprov PSSI Kepri itu diputuskan PSSI, melalui surat nomor 990/PGD/165/III-2018, yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.

Kebijakan PSSI pusat mengambil kebijakan ini, dengan mempertimbangkan, bahwa kurangnya sosialisasi kepada anggota tentang rencana pelaksanaan kongres pemilihan Asprov PSSI Kepulauan Riau (Kepri). Kemudian, tidak terpenuhinya persyaratan kelengkapan administrasi calon Executive Committee (Exco), sampai batas waktu yang telah ditentukan. KLB ditunda sampai dengan waktu, yang akan ditentukan kemudian.

”KLB kita bahas di kemudian hari. Sekarang, kita fokus kepada sosialisasi regulasi pelaksanaan kompetisi Liga 3 Indonesia putaran Provinsi Kepri, sekaligus kompetisi Piala Soeratin,” tegas Johar Lin Eng, baru-baru ini. (YENDI-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here