Nurdin Sidak PT BAI, Temukan Banyak TKA

4
6720
Gubernur Insfeksi mendadak tenaga kerja asing PT BAI bintan

BINTAN – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Gunung Kijang Bintan, Selasa (19/3) pagi. Ditemukan lebih dari seratus Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok.

Sebelumnya informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos, bahwa pemilik kawasan industri Galang Batang, PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) banyak mempekerjakan TKA asal Tiongkok dibandingkan tenaga kerja lokal yang saat ini membutuhkan pekejaan.

Usai Safari subuh rombongan Gubernur Kepri bergegas menuju PT BAI. Tanpa didampingi pejabat Kepal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Disnaker ataupun instansi vartikal lainnya.

Saat tiba di PT BAI, Nurdin sudah ditunggu hampir lebih kurang 1.000 pekerja yang saat ini aktif membangun kawasan tersebut. Diantara para pekerja ini, ratusan lainnya terdapat TKA asal Tiongkok yang memang direkrut perusahaan PT BAI.

“Ya mereka aktif berbahasa Cina, tak dapat bahasa kita,” ujar salah satu pekerja asli Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

Bahkan pekerja lainnya, menyampaikan, keberadaan TKA Tiongkok ini, diambil melalui sub perusahaan lainnya yang turut serta membangun proyek tersebut.

“Kalau mereka ini kebanyakan bekerja sebagai admin, sebagain lainnya ada juga yang pengawas dan jabatan tertentu lainnya,” cerita karyawan lokal lainnya.

Ke datangan pejabat nomor satu di Kepri pagi itu, juga dihadiri Direktur utama PT BAI Santoni serta beberapa meneger lainnya. Di depan gubernur, Santoni sponton menyampaikan bahwa saat ini sudah ada seribuan tenaga kerja yang membangun kawasan itu.

“Seribuan ini sekitar ratusan tenaga kerja lokal, sedangkan sisanya tenaga kerja luar,” jelas Santoni di depan Nurdin. Santoni menyampaikan para pekerja di kawasan PT BAI sangat menjaga kesolitan serta mampu bekerja sesuai aturannya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun usai menerima laporan Santoni, dirinya langsung menanyakan terkait masalah jaminan BPJS ketenagakerjaan.
Pertanyaan inii, sudah membuat sebagian para pekerja menyatakan bahwa mereka belum difasilitasi jaminan BPJS.

“Sudah ada dibuatkan fasilitas BPJS,” tanya Nurdin yang disambut jawab belum.

“Ya nanti kita minta PT BAI membuat dan pemerintah siap memfasilitasi,” terangnya.

Nurdin menghimbau, para pekerja tetap menjaga kenyamanan dan iklim yang sehat dalam bekerja. Bangun sinergi bersama agar terciptanya iklim investasi yang baik khususnya di Pulau Bintan ini. “Sayang kalau tidak menciptakan iklim yang tak stabil, kita yang rugi. Banyak orang di luar sana butuh pekerjaan, kami pemerintah akan selalu mencari metode terbaik menciptakan daya saing investasi yang lebih efektif,” tegasnya demikian. (ais)

4 KOMENTAR

  1. yg harus di tanya kn ..resmi/ g.tenga asing nya
    dan gimna warga kmpung klo pebngun nya.merugiln wara kmpung..pk…saya liat pondasi kiri kanan jpn utma…
    klo udh jadi apa kh jln itu di tutup buat umum..(husus pt .itu aje

  2. PT.BAI merupakan salah satu PT yang bergerak me eksploitasi Bauksit di Bintan,dulu pernah ada PT Antam namun sudah di tutup.Pemulihan lahan bekas penambangan hingga saat ini belum ada solusi.Entah berapa persen penambahan PAD bagi kita ,namun menurut saya baiknya sudahilah eksploitasi bauksit kita yg legal maupun ilegal .Semoga petinggi daerah kita sadar akan buruknya dampak penambangan ini.

  3. Musti di check petugas yang bersih , banyak keluhan masyarakat akan PT.BAI ini…pasti ada permainan pejabat di dalam nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here