Nyaleg, RT/RW Harus Mundur

0
328
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono diwawancarai awak media, belum lama ini. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang Riono, tetap optimis pelayanan tetap berjalan dengan baik, meskipun banyak ketua RT/RW nyaleg di Pileg 2019.

Ia juga minta agar RT/RW harus mengikuti aturan yang berlaku, bila maju nyaleg harus mengundurkan diri. ”Kalau RT/RW-nya mengundurkan diri, pelayanan tetap berjalan, karena di bawah RT/RW masih ada sekretaris RT/RW yang menjalankan organisasi,” kata Riono, kemarin.

Ia juga minta bagi RT/RW yang sudah mendaftar sebagai Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), agar mengurus surat pengunduran diri di kelurahan. Surat pengunduran diri RT RW tersebut, salah satu syarat pencalonan anggota legislatif yang perlu dipenuhi disaat mendaftar di KPU Kota Tanjungpinang.

Riono belum tahu, apakah saat namanya menjadi Bacaleg atau sudah menjadi calon caleg, RT RW yang sudah mundur atau saat penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) diumumkan nanti. ”Aturanya begitu, ya harus mundur dong,” tegasnya.

Sebelumnya, Divisi Teknis dan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Susanty mengatakan, ada belasan RT maupun RW sudah mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif. Sebagian besar RT/RW tersebut berdomisili di wilayah Tanjungpinang Timur. Mereka diusung dan didukung dari berbagai macam partai politik (parpol).

Intinya, sambung dia, RT/RW yang aktif wajib dan harus mengundurkan diri, apabila ingin daftar sebagai calon anggota legislatif. Pasalnya, RT maupun RW telah menerima anggaran insentif dari pemerintah daerah. Insentif itu adalah dana dari ABPD. ”Surat pengunduran diri RT/RW dikeluarkan oleh pihak kelurahan,” tegasnya. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here