Obat Langka, Sekda Segera Temui Menkes

0
666
Wan Siswandi

Natuna – Sekda Natuna Wan Siswandi mengaku akan menemui Menteri Kesehatan terkait pengiriman obat obatan untuk Kabupaten Natuna.

Rencana ini juga berkaitan dengan potongan pajak PPN 10 persen yang harus dilakukan dua kali pemotongan.

”Saya akan berangkat ke Jakarta untuk menyampaikan persoalan ini,” kata Sekda ditemui di kantornya, Kamis (9/2).

Alasannya menemui kementerian kesehatan adalah meminta agar pendistribusian obat tidak melalui kawasan FTZ. Dengan begitu RSUD dan Dinas Kesehatan tidak harus membayar pajak PPN sampai dua kali.

”Yang mengusulkan zona pendistribusian ini kan Kemenkes. Dan yang menetapkan adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan (LKP) barang atau jasa. Makanya kita minta supaya diubah,” ungkapnya.

Menurutnya, penetapan zonasi ini sangat mengganggu stabilitas pengadaan obat di RSUD dan puskesmas. Oleh karena itu, stok obat di rumah sakit terancam kosong.

”Tahun lalu belum dilakukan pemotongan. Makanya pas ada pemeriksaan dari BPK, hal ini menjadi temuan bahwa kita tidak membayar pajak PPN 10 persen. Padahal, saat pengambilan barang di Batam, sudah di potong 10 persen,” paparnya.

Dengan kejadian ini, daerah harus membayar pajak sekitar Rp 300 juta. Ini harus dibebankan kepada siapa. Sebab pihak distributor sudah membayar itu di Batam.

”Tahun ini, kita tidak mau lagi ini terjadi. Sebab, Natuna tidak termasuk kawasan FTZ,” tutupnya.(Hardiansyah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here