ODGJ di Bintan 160 Orang

0
26
Ketua dan komisioner Bawaslu Bintan bersama Ketua KPU Bintan Ervina Sari, Rabu kemarin saat acara sosialisasi tentang pemilu. f-yendi/tanjungpinang pos

KPU Bintan telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Bintan, soal pendataan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebagai pemilih di Pemilu 2019 mendatang. Saat ini, ODGJ di Bintan mencapai 160 orang.

BINTAN – 160 ODGJ atau orang gila ini akan masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan ketiga (DPTHP-3). Mereka juga memiliki hak suara dan ikut mencoblos, pada Pemilu 2019 serentak, 17 April 2019 mendatang.

Ketua KPU Bintan Ervina Sari mengatakan, kriteria ODGJ yang bisa ikut mencoblos itu antara lain sama seperti pemilih lainnya. Yaitu memenuhi syarat wajib dengan memiliki e-KTP. Syarat ini mutlak agar masyarakat termasuk ODGJ bisa ikut memilih pada Pemilu 2019.

”Jadi, ODGJ yang dimaksud bukan orang gila yang sering di jalanan itu, tanpa ada KTP atau identitas. Tapi, ODGJ yang mungkin saja dulunya tidak gila, namun karena sebab faktor psikologisnya, menjadi gila. Tapi dasarnya dia sudah punya KTP dan punya keluarga,” terangnya.

Saat pencoblosan, Ervina menyampaikan, ODGJ tersebut akan didampingi oleh pihak keluarga atau Dinsos.

”Nanti ada form khusus yang harus diisi untuk pendampingannya, saat ODGJ itu mencoblos,” tegasnya.

Komisioner Bawaslu Bintan Dumoranto Situmorang mengatakan, pihaknya bersama KPU serta pihak terkait masih melakukan koordinasi mengenai ODGJ sebagai pemilih itu. Karena, di Bintan tidak ada tempat atau penampungan khusus ODGJ. Tapi, ODGJ sudah ada aturannya, sebagai pemilik hak suara di Pemilu 2019 nanti.

”Selain ODGJ, kami juga sedang merapikan data pemilih bagi napi yang ada di Lapas Km 18 Kijang. Mereka ini berhak memilih. Tapi, kalau memilih di Bintan, data di daerah asalnya harus dicoret. Begitu juga warga Bintan yang tinggal di luar negeri,” terang Dumoranto.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here