Offshore Dibangun, Serap 3.000 Pekerja

0
244
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun foto bersama dengan petinggi PT Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) usai peletakan batu pertama di Kawasan Industri Berikat (KIB) Lobam Bintan, Selasa (8/5). f-istimewa/humas pemprov kepri

BINTAN – Perusahaan offshore mulai dibangun di Kawasan Industri Berikat (KIB) Lobam Bintan. Ke depan, perusahaan ini akan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja. PT Bintan Offshore Marine Centre (BOMC) mulai melakukan pembangunan offshore tersebut yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking, Selasa (8/5).

Perusahaan tersebut investasi US$ 50 juta atau setara Rp 700 miliar (kurs Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat). Saat groundbreaking kemarin, hadir juga pejabat dari Kementerian Perindustrian, Duta Besar Indonesia untuk Singapura dan Duta Besar Australia untuk Singapura, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun serta ratusan pengusaha mancanegara.

BOMC sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Qube dan Singatac di Kawasan Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) yang bebas cukai. Sesuai rencana, pembangunan itu akan beroperasi pada tahun 2019 mendatang. ”Nilai investasinya mencapai USD 50 juta. Pembangunannya dilakukan dua tahap,” ujar GM BIIE Lobam, Aditya Laksamana usai groundbreaking.

Aditya mengatakan, investasi ini merupakan peluang besar untuk membangkitkan industri perkapalan di Bintan dan Kepri. Ia mengatakan pembangunan perusahaan ini merupakan gabungan dua perusahaan Singapura dan Australia, dimana dua negara tersebut paling banyak menggunakan kapal sebagai alat angkut dan juga industri minyak dan gas dunia.

Sementara itu, Chairman PT BOMC Micheal Sousa mengatakan, BOMC bergerak di bidang proyek yang berkaitan dengan bidang offshore dan memiliki fasilitas pelabuhan greendfield yang unik untuk memenuhi berbagai kebutuhan akan proyek offshore.

Fasilitas yang dimiliki BOMC meliputi 6 dermaga dengan rentang panjang 700 meter dan kedalaman air sejauh 10 m LAT, penyedian lahan dan fasilitas bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. ”BOMC menawarkan keuntungan ekonomi strategis untuk mendukung proyek lepas pantai melalui lingkungan praktek terbaik dan hemat biaya,” ujarnya.

Kawasan BOMC akan menyediakan lingkungan bisnis yang aman dan terisolasi untuk memberikan layanan pelabuhan, logistik, pergudangan, mobilisasi, penumpukan kapal (rig, red) dan lain sebagainya.

Rencana ini tentu saja mendapat respon baik dari pemerintah daerah. Gubernur Kepri Nurdin Basirun menuturkan, kalau Pemprov Kepri akan melayani dan mempermudah kepada investor untuk berinvestasi di wilayah Kepri.

”Pemerintah akan melindungi fasilitas-fasilitas. Karena instruksi dari pemerintah di pusat menginginkan permudah dunia investasi khususnya dalam hal perizinan. Kami akan mendorong infrastruktur termasuk regulasinya untuk mempermudah investor dalam melakukan investasinya di wilayah Kepri,” beber Nurdin.

”Jangan khawatir kalau ingin berinvestasi di Kepri. Jika ada gangguan dan kendala di lapangan, pemerintah janji akan menyelesaikannya bersama tim terkait,” jelasnya.

Menurut Nurdin, sejumlah fasilitas pendukung dan terobosan-terobosan terbaru untuk kemudahan investasi, juga terus digagas. Begitu juga pemerintah pusat, ikut memantau dan memudahkan apa yang menjadi keinginan sejumlah pengusaha.

”Karena itu, jangan ragu berinvestasi di Kepri,” Kata Nurdin serius hingga mendapat aplaus dari tamu hadirin yang rata-rata adalah para petinggi perusahaan asing yang berinvestasi di Kepri, khususnya Bintan.

Kadis Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Bintan Hasfarizal Handra mengatakan BOMC bergerak di bidang proyek yang berkaitan dengan bidang offshore. Untuk menyelesaikan proyek mega raksasa ini, dibutuhkan sekitar 3.000-an tenaga kerja.

”’Proyek mega raksasa ini, bakal membutuhkan tenaga kerja sekitar 3.000 orang. Anak tempatan juga akan dilibatkan di dalamnya,”’ ungkap Hasfarizal.

Petinggi BOMC, Michael Sousa mengatakan, BOMC menawarkan keuntungan ekonomi strategis untuk mendukung proyek lepas pantai melalui lingkungan terbaik dan hemat biaya. (aan/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here