OJK Siapkan Kampung Wisata

0
247
Kepala OJK Provinsi Kepri, Iwan M Ridwan dan Deputi Kepala OJK Kepri, Abdullah B Lubis saat menjelaskan perkembangan industri jasa keuangan Kepri, Rabu (12/12) di Batam. F-MARTUA/TANJUNGPINANG POS

5.024 Agen Laku Pandai di Kepri

BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan pertumbuhan industri jasa keuangan (IJK) di Provinsi Kepri, cukup baik. Namun pertumbuhannya masih didominasi IJK Batam dengan persentase di atas 50 persen. Diharapkan, ke depan pertumbuhan lebih baik. Untuk mendorong pertumbuhan itu, OJK akan menyiapkan kampung wisata dalam upaya sosialisasi IJK.

Rencana itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Kepri, Iwan M Ridwan, Rabu (12/12) di Batam. Mereka mendorong jasa keuangan membentuk cabang-cabang atau agen lebih banyak. Sehingga, masyarakat lebih mudah menjangkau. Seperti kantor pembiayaan, asuransi, pasar modal dan lainnya.

”Nanti kita akan buat kampung wisata, untuk sosialisasi. Sekarang, pasar modal terbesar di Batam dan paling rendah di Natuna,” bebernya.

Diungkapkan, stabilitas keuangan di Kepri, terjaga dengan stabil. Sampai dengan semester II tahun 2018 secara umum perkembangan jumlah Bank dan industri keuangan non bank (IKNB) dinilai positif. Ada penambahan jaringan kantor untuk empat bank umum, tiga perusahaan pembiayaan dan dua perusahaan asuransi.

”Sedangkan di bidang pasar modal, terdapat penambahan satu galeri investasi,” bebernya.

Perkembangan secara sepesifik sektor pasar modal, pertumbuhan jumlah investor di Provinsi Kepri, sebesar 58,86% (ytd) menjadi 14.545 investor sampai Oktober 2018. Persentase pertumbuhan terbesar pada investor surat berharga negara yaitu 98,88%. Dilanjutkan investor reksadana yang tumbuh 74,71% dan investor saham tumbuh sebesar 46,01%.

”Sebagian besar investor pasar modal di Batam sebesar 74,28% investor dengan porsi kepemilikan saham emiten sebesar Rp625,79 Miliar atau 80,53% dari total kepemilikan saham di Kepri,” bebernya.

Selanjutnya, komposisi investor di Provinsi Kepri 46% berinvestasi di saham. 46% pada efek reksadana dan 8% berinvestasi pada efek Surat Berharga Negara. Perkembangan sektor IKNB per Oktober 2018, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan sebesar Rp2,789 triliun meningkat 14,78% dari Rp2,430 triliun piutang.

Di Kepri dijalankan program TPAKD dengan sasaran meningkatkan akselerasi keuangan daerah. Mendorong perekonomian daerah selanjutnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sampai September 2018, terdapat 5.024 agen laku pandai yang tersebar di Kepri. 249 di Kabupaten Bintan, 635 di Kabupaten Karimun, 7 di Kabupaten Anambas, 580 di Kota Tanjungpinang 3.294. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here