Oknum Guru SD Jadi Kurir Sabu 16,5 Kg

0
947
Sabu: Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian didampingi Bupati Bintan H Apri Sujadi memperlihatkan 16,5 kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi, yang ditangkap dari tangan guru SD, saat memberikan keterangan pers, kemarin. F-Yendi/TANJUNGPINANG POS

Bintan – ACHMAD Yadi alias Doyok dan rekannya Su’iri, dua tersangka kurir 16,5 kilogram sabu dan ribuan ekstasi, diancam 20 tahun penjara.

Ternyata Doyok yang ditangkap jajaran Polres Bintan di parkiran Hotel Comfort Tanjungpinang, Jumat (17/3) sore lalu itu adalah seorang guru SD swasta di Sampit, Kalimantan Tengah.

”Setelah kita minta keterangan, ternyata satu dari dua tersangka adalah guru SD, salah satu sekolah swasta di Sampit,” kata Irjen Pol Sam Budigusdian, saat memberikan keterangan pers penangkapan 16,5 kilogram narkotika jenis sabu dan ekstasi, di Mapolsek Gunung Kijang, Bintan, Senin (20/3) kemarin.

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian menjelaskan, dua tersangka Su’iri dan Ahmad Yadi (Doyok) sama-sama berasal dari Dusun Tengah Barat, Kelurahan Bunten Timur, Kecamatan Tetapang, Sampang (Madura), Jawa Timur. Dua tersangka ini mengaku, tahun lalu sudah pernah membawa sabu dari Kepri ke Kalimantan Tengah.

”Nah, sekarang mereka mencoba lagi, dengan mendapat upah dari bandar di Sampit inisial K (DPO) sebesar Rp 10 juta,” kata Kapolda.

Saat melakukan aksinya, Doyok dan Su’iri mengambil narkoba sebesar 16,5 kilogram dan ribuan butir ekstasi dari Desa Berakit, Kabupaten Bintan, Selasa (14/3) lalu.

Saat itu, tim kepolisian sudah melihat gelagat tersangka dengan menggunakan Avanza yang mencurikan.

Dua tersangka kemudian memindahkan narkoba sabu, ke mobil Yaris warna putih nopol BP 1816 YT. Paket sabu awalnya dibawa ke Hotel Halim Batu Enam, Kota Tanjungpinang.

Tersangka merasa curiga diikuti oleh pihak kepolisian, saat menginap di Hotel Halim, Rabu (15/3) malam. Namun, kepolisian belum menangkap tersangka, karena tidak bersama barang bukti. Kemudian, tersangka pindah ke Hotel Comfort, sehari kemudian. Mobil diparkir tidak jauh dari kamar hotel, yang dihuninya.

”Jumat (17/5) sore, tersangka mau berangkat ke Pelabuhan Sribayintan, menuju Tanjungpriok, Jakarta dan meneruskan ke Kalimantan. Sebelum mereka berangkat, tim Polres Bintan menangkap tersangka bersama barang bukti,” jelas Sam Budigusdian, didampingi Bupati Bintan H Apri Sujadi, Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto SIK dan jajaran Polda.

Barang bukti yang diamankan itu antara lain 16,5 kilogram sabu dan 495 butir ekstasi warna jingga/oranye serta 510 butir ekstasi warna biru. Diperkirakan, sabu dan ekstasi itu senilai Rp 7 miliar. Saat ini tersangka dalam proses pemeriksaan dan diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

”Narkoba ini berasal dari Malaysia, melalui pintu masuk Desa Berakit. Apakah narkoba ini dari Tiongkok, itu masih kami dalami. Termasuk bandar yang DPO inisial K itu. Mobil yang menggunakan stiker TNI pada pelat nopol ini, adalah mobil rental,” tegas Kapolda menjawab wartawan.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyatakan, pelabuhan ilegal di Desa Berakit maupun di daerah lain, menjadi perhatian Pemkab Bintan. Ke depan, akan dikoordinasikan dengan pihak terkait.

”Kami dari Pemkab Bintan, akan menjadikan Desa Berakit itu sebagai kampung bebas narkoba,” kata Apri Sujadi. (Yusfreyendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here