Oktober, Nenas Mulai Diekspor

0
263
KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun M Affan ketika meninjau kebun buah Nenas di Kecamatan Kundur, belum lama ini. F-ALRION/tanjungpinang pos

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karimun pada Oktober mendatang, akan melakukan ekspor perdana buah Nenas dari Pulau Kundur ke Singapura. Tidak hanya Nenas, tetapi buah pisang juga direncanakan untuk diekspor seperti nenas.

KARIMUN – ”Saat ini sedang kami siapkan dokumen administrasinya. Telah berkoordinasi dengan pihak Karantina Tumbuhan Tanjung Balai Karimun. Jika telah memiliki dokumen lengkap, barulah komoditas nenas dan pisang dapat diekspor,” kata Kadis Pertanian dan Pangan, Karimun M Affan, kemarin.

Ekspor ini adalah tindak lanjut program kerja lumbung pangan dari pemerintah. Pemerintah bekerja sama dengan petani, dalam rangka peningkatan taraf ekonomi masyarakat petani di Kundur. Direncanakan, akan ada 20 ton buah Nenas pada ekspor perdana.

”Banyaknya tahapan yang harus dipersiapkan, membuat ekspor perdana tidak dapat dilaksanakan bertepatan pada hari ulang tahun Karimun,” terang Affan.

Sebelum diekspor, selain kelengkapan dokumen administrasi juga diperlukan ada dokumen dari pihak Karantina yaitu hasil pemeriksaan bersih dari hal hal yang bisa merusak kualitas tumbuhan.

”Petani mau Nenas dan Pisang yang di ekspor. Telah memenuhi persyaratan eskpor, kualitas dan kuantitasnya harus sesuai harapan penerima. Jika kualitas baik, maka pangsa pasar akan dapat terus berlanjut,” kata Affan.

Beberapa waktu lalu, Affan juga menyampaikan tidak hanya Singapura tetapi juga membidik pasar lokal seperti Karimun dan Batam.

Jika semua sudah jalan sesuai rencana, petani akan meminta bantuan dana atau pengadaan bibit unggul dan penyuluh.

Untuk mensukseskan ekspor buah nenas tersebut, ia selalu pulang pergi ke Kundur untuk melihat progres tanaman nenas dan memberikan semangat kepada petani Nenas.

Tujuannya agar lebih serius dan terus belajar bagaimana cara bercocok tanam yang baik dan hasilnya sesuai dengan permintaan pasar.

Kelak, cara bertanam buah nenas akan dilakukan dengan bertahap. Sehingga, mampu memenuhi permintaan pengiriman sekali dalam dua minggu sebanyak 20 ton.

Jika memungkinan, tidak akan menutup kemungkinan juga permintaan pasar akan meningkat.

Saat ini, sedang dipantau kebutuhan nenas di pasar Karimun dan Batam.

Kemudian produk unggulan dari hasil olahan buah nenas, apakah berupa jus dalam kemasan atau kue.

”Ini menjadi sasaran pemerintah mengembangkan ekonomi menengah, dan mendorong pelaku UKM menjadi mitra pemerintah,” terang Affan mengakhiri.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here