Ombak Besar, BBM Tetap Lancar

0
403
SPBU: Salah satu SPBU yang ada di Natuna. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Natuna – Meski saat ini gelombang laut di pulau Natuna masih tinggi, namun tidak mengganggu pendistribusian BBM ke Kecamatan Pulau Subi dan sekitarnya.

Bahkan, pengiriman BBM solar dan premium ke pulau tersebut sudah dilakukan sebelum cuaca ekstrem datang.

Zamiri, salah satu pemilik pangkalan minyak Cahaya Subi mengaku, stok BBM Solar miliknya masih cukup hingga bulan Maret mendatang. Sebab Delivery Order (DO) yang diberikan pemerintah melalui APMS PT Natuna Perkasa setiap bulannya lebih dari cukup.

”Alhamdulillah, untuk stok minyak solar dan premium di pangakalan kita cukup sampai bulan depan,” kata Zamiri saat dihubungi melalui ponsel, Jumat (17/2).

Dijelaskannya, setiap bulan, Kecamatan Subi mendapat kuota BBM Solar 35 ton. Jumlah itu didistribusikan kepada dua pangkalan minyak di Subi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kapal nelayan dan masyarakat Subi.

”Saya dapat jatah Solar 25 ton, dan kawan saya pangkalan minyak Subi Bersaudara dapat jatah 10 ton. Dari jumlah itu, tidak serta merta habis dalan satu bulan. Karena tergantung pada aktivitas nelayan yang pergi melaut,” jelasnya.

Sedangkan, untuk premium, sambung Zamiri, ia mendapat DO dari APMS sebanyak 15 ton per bulan. Jumlah itu untuk meng-cover kebutuhan minyak di pulau Subi Kecil dan Subi Besar.

”Sejauh ini semuanya aman dan terkendali. Untuk pendistribusian BBM tidak ada kendala dan masih tercukupi,” paparnya.

Hanya saja, kata Zamiri, belum lama ini dirinya mendapat informasi bahwa pemerintah Kecamatan Subi mengeluarkan surat rekomendasi untuk izin usaha pangkalan minya baru. Padahal menurutnya, hal itu tidak perlu lagi lantaran DO yang diberikan pemerintah untuk Subi selama ini masih mencukupi dan berlebih.

”Jadi bagaimana ya, dua pangkalan untuk sekelas kecamatan Subi ini kan sudah cukup. Kenapa harus di tambah lagi. Justru kalau di tambah pangkalan satu lagi saya khawatir akan rawan penyelewengan. Sebab ini minyak subsidi,” ungkap Zamiri.

Zamiri berharap, pemerintah dalam hal ini Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi mengkaji kembali jika hendak mengeluarkan izin terkait penambahan pangkalan minyak di Subi. Karena jumlah pangkalan yang ada sudah lebih dari cukup.

”Kalaupun nanti sampai disetujui, kami akan ikut memantau untuk pendistribusian BBM nya itu kepada siapa saja. Karena ini minyak subsidi hanya untuk kalangan masyarakat dan bukan untuk industri,” tutupnya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here