Ombak Reda, Kapal Antarpulau Beroperasi

0
417
PENUMPANG antarpulau menunggu kapal berangkat di Pelabuhan SBP Tanjungpinang, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Musim utara yang terjadi beberapa hari lalu sempat membuat transportasi laut antarpulau di Kepri dihentikan akibat ombak tinggi.

Bahkan, KM Sabuk Nusantara 39 yang mengarungi lautan bebas ke Kecamatan Tambelan Bintan dekat Kalimantan sana sempat balik arah di tengah jalan karena dihantam ombak besar.

Padahal, kapal ini tergolong kapal besar. Namun, karena ombak 7 meter disertai angin kencang membuat kapal oleng. Setelah koordinasi dengan KSOP, akhirnya kapal diminta balik lagi ke Pelabuhan Kijang.

Rabu (17/1) kemarin, ombak mulai reda dan ketinggiannya sekitar 80 Cm. Pihak Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Domestik Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang pun sudah mengizinkan pelayaran antarpulau.

Kepala Pos KSOP Pelabuhan Domestik SBP Tanjungpinang, Sutrisno mengatakan, dua hari lalu pelayaran di SBP sempat tertunda seperti kapal tujuan Dabo dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan.

”Ada penundaan kapal kemaren dengan tujuan antarpulau. Kalau tujuan Batam tetap jalan karena ombaknya tidak begitu tinggi,” katanya, Rabu (17/1).

Sutrisno menyebutkan, kemarin, cuaca bersahabat dan kapal antarpulau sudah bisa berangkat seperti kapal tujuan Dabo maupun Pulau Tujuh menggunakan kapal Sabuk Nusantara.

”Sekarang ombak dengan ketinggian 80 Cm. Makanya kapal antarpulau bisa berangkat,” jelasnya.

Namun, ia juga menjelaskan, selama musim angin utara ini kondisi cuaca tidak isa diprediksi. Karena itu, apabila ombak tinggi lagi dan tidak memungkinkan dilewati kapal, maka akan dilakukan penundaan.

Untuk itu, KSOP Pelabuhan Domestik SBP Tanjungpinang akan terus melakukan pemantauan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang.

”Selain itu, setiap hari kita juga melakukan imbauan untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi musing angin ini. Tidak hanya kepada pengelolanya, kepada penumpang juga kami berikan imbauan,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Pos KSOP Pelabuhan Domestik SBP Tanjungpinang akan selalu berkomunikasi dengan nakhoda kapal saat dalam perjalanan. Kepada awak kapal, Sutrisno meminta untuk tidak memaksakan pelayaran jika dalam perjalanan, cuaca mendadak buruk.

”Kalau cuaca sudah tidak memungkinkan, kami sarankan kepada mereka untuk kembali lagi. Tunggu sampai sudah benar-benar dirasa aman untuk perjalanan,” ujarnya.

Sejak Minggu hingga Senin, bantuan yang hendak dikirim kepada korban bencana longsor dan banjir di Jemaja Anambas harus tertunda lantaran tidak ada kapal. Nelayan di Natuna dan Anambas juga banyak tidak melaut dikarenakan ombak tinggi dan angin kuat. Hal ini membuat stok ikan di pasar menipis dan harganya selangit.

Sebagai daerah kepulauan, musim utara merupakan tantangan setiap tahun. Akan terjadi gangguan aktivitas masyarakat maupun pelayaran akibat angin kencang dan ombak kuat.

Tahun ini, musim utara terlambat datang. Biasanya terjadi Oktober sampai akhir Desember. Kali ini, musim utara tiba Desember dan diperkirakan berakhir Februari nanti. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here