Ombak Tinggi, Kapal di Natuna Dilarang Berlayar

0
1745
AKIBAT gelombang tinggi, salah satu sampan di Natuna ditambatkan di dermaga. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Gelombang setinggi 3-4 meter sedang melanda perairan Natuna. Ombak tinggi ini bisa menghempaskan kapal ukuran kecil dan sedang.

Karena itu, kapal-kapal diperingatkan tidak berlayar di perairan ini hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Syahbandar Natuna, Liberty Hotahayan mengatakan, berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), peristiwa ini berlangsung agak lama di Natuna.

”Iya, untuk sementara kapal belum dapat berlayar. Peristiwa ini sejak tanggal 20 kemarin dan diperkirakan akan terjadi sampai tanggal 27 nanti,” kata Liberty di tempat kerjanya, Rabu (26/2).

Dikatakannya, dengan peristiwa ini, seluruh kapal yang melayani rute Natuna belum dapat berlayar hingga peringatan dini gelombang tinggi itu dicabut oleh BMKG.

”Kecuali KM. Bukit Raya. Kapal itu tetap dapat berlayar meskipun gelombang dalam kondisi seperti ini. Sementara kapal-kapal Tol Laut tidak dapat berlayar dan juga keberangkatannya ditunda oleh KSOP-nya masih-masing,” terang Liberty.

Mengenai peringatan tidak berlayar, Liberty mengaku pihaknya tidak mengeluarkan peringatan itu secara resmi karena peringatan tersebut dicukupkan dengan peringatan dini gelombang tinggi oleh BMKG.

”Dari Syahbandar tidak ada (peringatan). Cukup dari BMKG peringatan dini. Kita hanya menyampaikannya saja kepada kapal-kapal dan syukurnya mereka dapat mengerti. Mudah-mudahan keadaan ini segera berakhir,” ungkapnya.

Ia mengatakan, BMKG masih menetapkan status waspada gelombang tinggi. Memang riskan sekali bila kapal berlayar karena dapat membahayakan perjalanan di laut.

”Memang ada imbauan dari kita untuk kapal-kapal di Natuna, ini juga dibarengi dengan adanya warning atau peringatan dini dari pihak BMKG kita,” tambahnya.

Menurutnya, larangan sementara untuk kapal berlayar tersebut diperkirakan akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Untuk kapal-kapal kecil memang sangat riskan bila berlayar dengan ketinggian ombak mencapai 3-4 meter ini. Kapal Bukit Raya masih bisa berlayar karena ukurannya besar dengan Gross Tonnage (GT) 6.022.

Namun, untuk kapal jarak dekat, sudah mulai berangkat kemarin karena ombak mulai reda.

Berdasarkan dari website BMKG Pusat Meteorologi Maritim, Rabu 26 Februari kemarin pukul 13:00 WIB, gelombang tinggi masih kemungkinan terjadi di perairan Natuna antara 1,25 meter hingga 4 meter.

Bahkan, perkiraan ini bisa berlaku selama tujuh hari dari kemarin hingga, Selasa, 3 Maret 2020 pekan depan.

Potensi tinggi gelombang area perairan dengan gelombang sedang (1,25-2,5 meter akan terjadi di Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kepulauan Anambas, Laut Natuna, Selat Karimata bagian Utara.

Selat Malaka. Perairan Banda Aceh, Sabang, Perairan Barat Aceh, Perairan Nias, Sibolga, perairan Kepulauan Mentawai, Padang, Perairan Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Aceh, Samudera Hindia Barat, Kepulauan Nias.

Samudera Hindia Barat, Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Bengkulu, Samudera Hindia Barat, Lampung, Laut Jawa, Selat Gelasa, Perairan Utara Belitung, Selat Sunda, Perairan Selatan Banten, Perairan Selatan Jawa Barat.

Perairan Selatan Jawa Tengah, Perairan Selatan Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan, Banten, Samudera Hindia Selatan, Jawa Barat, Samudera Hindia Selatan, Jawa Tengah, Perairan Selatan Bali, Perairan Selatan Lombok, Perairan Selatan Sumbawa, Perairan Selatan, P. Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Kupang, P. Rote, Laut Timor Selatan, NTT, Samudera Hindia Selatan NTT, Selat Makassar, Perairan Kep. Sula, Perairan Jayapura, Sarmi, Samudera Pasifik Utara Jayapura.

Area perairan dengan gelombang tinggi 2,5-4 meter meliputi, laut Natuna Utara, Samudera Hindia Selatan, Jawa Timur, Samudera Hindia Selatan, Bali, Samudera Hindia Selatan, NTB, Sulawesi, Perairan Bitung, Manado, Perairan Kep. Sangihe dan Kep. Talaud, Laut Maluku, Samudera Pasifik Utara dan lainnya. (hrd/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here