Ombak Tinggi, Semen Kosong, Harga Meroket

0
245
PERKAMPUNGAN di Natuna butuh semen membangun jalan. f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Ketika Harga Dan Cuaca Hambat Pembangunan Daerah Kepulauan

Jika naik bus dengan perjalanan 1 jam, maka ongkosnya paling Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Jarak yang ditempuh bisa 50-70 kilometer. Namun, jika naik kapal dengan perjalanan 1 jam, ongkosnya bisa Rp55 ribu hingga Rp60 ribu. Yang ditempuh paling 40 kilometer.

NATUNA – LETAK perbedaan harga itu karena biaya angkutan transportasi laut lebih mahal. Kapal membutuhkan banyak minyak untuk melayari lautan dibandingkan bus yang melaju di atas aspal.

Hal ini berpengaruh pada harga barang. Makin jauh jarak yang ditempuh kapal, maka harga ongkosnya makin mahal pula yang berdampak pada harga jual barang yang makin mahal.

Perbedaan seperti ini dialami daerah kepulauan yakni Kepri. Biaya transportasi laut membuat harga barang di Kepri lebih mahal. Karena butuh biaya besar membawa barang ke Kepri melalui jalur laut.

Terlebih untuk daerah Natuna, Anambas dan Tambelan yang letaknya ratusan kilometer dari Batam atau Tanjungpinang, harga barang yang sampai di sana jauh lebih tinggi.

Selisih harga material bangunan juga lebih mahal di daerah ini. Kondisinya makin parah saat bulan-bulan tertentu akibat cuaca buruk.

Sudah sepekan terakhir ini, keberadaan semen di wilayah Kota Ranai Ibu Kota Kabupaten Natuna mengalami krisis. Hampir di setiap toko material kehabisan stok, lantaran jumlah yang ada tidak mencukupi kebutuhan pembangunan di Natuna mulai menggeliat.

Sebelumnya keberadaan semen di wilayah Kota Ranai bisa dikatakan mencukupi. Namun sejak bulan Oktober sampai November ini keberadaan semen mulai diminati.

”Susah sekali mencari semen sekarang, banyak toko material mengalami kekosongan stok semen. Sejak dua minggu terakhir ini, sulit sekali mencari semen, katanya dua minggu lagi baru ada,” Kata Ardi warga Jemengan Ranai, Minggu (18/11).

Harga semen di wilayah Kota Ranai dan sekitarnya masih bisa dikatakan stabil. Untuk semen Holcim masih Rp77 ribu per sak, Semen Padang Rp75 ribu per sak dan Tiga Roda Rp78 ribu per sak.

”Kalau kekosongan stok semen seperti ini, biasanya mau mengalami kenaikan harga di pasaran,” ujarnya.

Kejadian kekosongan semen sama seperti tahun 2016 lalu, hal itu dikarenakan mulai banyak pembangunan fisik di wilayah Kota Ranai dan sekitarnya. Banyak kontraktor lebih memilih menyetok terlebih dahulu sebelum pekerjaan dimulai.

”Kekosongan semen menjelang akhir tahun ini sama seperti kejadian di tahun 2016 lalu, kalau dulu cuaca buruk membuat para pengusaha yang memiliki kapal, tidak bisa berlayar membawa semen. Makanya stok semen di setiap material yang ada mengalami kekosongan,” ungkapnya.

Dikatakannya, jika dulu kekosongan dikarenakan cuaca buruk, namun sekarang kosongnya semen belum bisa diketahui karena apa. Apakah karena cuaca buruk atau ada yang membuat stok.

”Aneh aja. Hampir semua pemilik material mengatakan sekitar 2 minggu atau seminggu ini masuk lagi semen. Tanpa memberitahukan kenapa mengalami kekosongan,” ucapnya.

Salah satu pemilik toko material di wilayah Kota Ranai Ayet mengatakan, bahwa kapal barang miliknya yang mengangkut sekitar 1.000 sak semen baru masuk sekitar dua minggu lagi.

”Kalau semen kita baru masuk sekitar satu minggu lagi. Belum bongkar muat lagi. Mungkin dua minggu lagi baru terkumpul di gudang,” ujarnya.

Untuk setok semen yang ada sekarang ini dikatakannya, semuanya hasil dari pemberian teman sesama pemilik material, dan hanya bisa mendapatkan 50 sak saja.(HARDIANSYAH-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here