Ombudsman Minta Masyarakat Awasi Pelayanan Publik

0
767
LOMBA: Salah satu peserta membacakan puisi karyanya sendiri di Taman Laman Boenda Tepilaut, Minggu (24/9). f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ombudsman RI gelar pentas ekpresi di Taman Laman Boenda Tepilaut Tanjungpinang, Minggu (24/9). Ada tiga kegiatan yang digelar dengan tema ‘Sejuta Karya Pelayanan Publik’. Mulai dari senam sehat, lomba puisi dan lomba fotografis.

Kegiatan pentas ekpresi tidak hanya dilakukan di Ibu Kota Provinsi Kepri saja, tetapi akan diadakan di 33 provinsi lagi di Indonesia. Kota Tanjungpinang yang pertama kali menggelar pentas ekpresi. Kegiatan ini merupakan agenda nasional Ombudsman RI.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepri, Yusron Roni mengatakan, sosalisasi keberadaan Ombudsman RI di Provinsi Kepri kepada masyarakat. Keberadaan Ombudsman RI di Provinsi Kepri di Jalan Raya Batam Centre tepatnya di Gedung Graha Pena, Lantai 1 R 103 Kota Batam.

Baca Juga :  Jalan Cenderawasih Banjir Lumpur

”Kita mengajak masyarakat yang memiliki hak untuk mengawasi pelayanan publik di pemerintahan termasuk di Provinsi Kepri. Baik itu pelayanan publik yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta yang menggunakan dana dari pemerintah,” kata dia, kemarin.

Kata dia, sesuai di UU Nomor 37 tahun 2008 tentang Ombudsman RI dan UU Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik. Jadi, masyarakat bisa bekerjasama dengan Ombudsman RI untuk mengawasi pelayanan publik di negara Indonesia.

”Jadi, kita mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi pelayanan publik di daerah kita sendiri,” kata Yusron kepada Tanjungpinang Pos disela menyaksikan peserta yang sedang membaca puisi karyanya di depan Gedung Gonggong Tepilaut Tanjungpinang.

Baca Juga :  Fokus Bangun Sekolah di Tanjungpinang Timur

Ia katakan, antusias masyarakat Kota Tanjungpinang membuat puisi sangat luar biasa. Masyarakat Kota Tanjungpinang pandai membuat puisi. Puisi yang dibuatnya, berawal dari melihat peristiwa yang pernah terjadi di pelayanan publik. Baik itu pelayanan di tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga pelayanan publik di rumah sakit di Provinsi Kepri.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berani bertanya tegas kepada petugas tersebut, apabila ada temuan yang tidak diinginkan. Salah satu contoh, petugas pelayanan publik meminta uang kepadanya. Sebenarnya disaat pengurusan tersebut tidak dikenakan biaya sepersen pun.

Baca Juga :  Diselidik, Jembatan II Belum Bisa Diperbaiki

”Masyarakat jangan hanya diam saja, dan tidak berani bertanya. Kalau ada temuan seperti itu, laporkan ke Ombudsman, dan juga bisa sampaikan ke media massa,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here