Omzet di Toko Lama Mengalami Penurunan

0
918
SEPI: Pengunjung di toko, Kota Lama terlihat sepi dan bahkan tidak begitu banyak aktivitas di laksanakan. Terlihat angkutan umum berjejer menunggu penumpang.F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Dulunya kawasan kota lama merupakan pusat perbelanjaan bagi masyarakat Tanjungpinang, hampir semua jenis barang ada bisa ditemukan. Kini sudah banyak toko tutup, karena mengaku omzet setiap bulannya berkurang dari tiga tahun lalu. Hal itu seperti diungkapkan salah satu pemilik toko di kawasan Bestari Mal Tanjungpinang, Lina. Bahkan dalam sehari, toko pakaiannya belum tentu didatangi pembeli.

Biasa itu terjadi di hari Senin sampai Jumat sedangkan Sabtu dan Minggu ada pendatang namun juga belum tentu ada yang membeli. ”Kalau satu hari ada baju yang terjual saja sudah syukur, kadang yang datang aja belum tentu ada,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (5/12)

Baca Juga :  Juli, Dana Desa Tahap II Dikucurkan

Untuk menarik para pembeli di hari-hari biasa di tokonya sering mengadakan diskon. ”Awal bulan biasanya ada yang jual murah, seperti beli dua baju dapat satu baju,” tuturnya.

Bahkan untuk celana pihaknya menjual Rp 100 ribu dan baju ada yang diobral Rp 50 ribu per pieces. Ini pun juga belum tentu ada pembeli. Berbeda dengan tiga tahun lalu, jika ada yang diobral bisa laris dalam sekejap.

Pedagang barang kebutuhan rumah tangga, mengaku pendapatan juga menurun hanya saja tidak begitu drastis. Hal ini dikarenakan, masyarakat masih datang untuk membeli.

Baca Juga :  Kemenkumham Perketat Pengawasan di Lapas dan Rutan

Seperti pada toko Pirma yang dimilik Asun menyebutkan, di tokonya menjual berbagai jenis kebutuhan rumah tangga, setiap harinya masih ada para calon pembeli yang berbelanja di tokonya. ”Ada saja yang berbelanja di toko, kita jual hampir lengkap semuanya ada,” jelasnya.

Asun menyebutkan, untuk pendapatan perbulan tergantung dari barang dagangan yang laku. Hanya saja ia menambahkan, dari keuntungan masih menutupi untuk membayar gaji karyawan. ”Karyawan ada dua, satu pelayan toko dan satu lagi tukang angkut barang dari gudang ke toko,” ujarnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here