Omzet Pedagang di Kota Lama Anjlok

0
444
SEPI PENGUNJUNG: Suasana toko di Kota Lama yang sepi pengunjung. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Dulu Kota Lama merupakan pusat perbelanjaan bagi masyarakat Tanjungpinang. Hampir semua jenis barang bisa ditemukan. Kini sudah banyak toko tutup, karena mengaku omzet atau pendapatan setiap bulannya berkurang dari tiga tahun lalu.

Hal itu seperti diungkapkan salah satu pemilik toko di Jalan Pos, Tanjungpinang, Lina. Bahkan dalam sehari, toko pakaiannya belum tentu didatangi pembeli.

Jika di hari biasa, yaitu Senin sampai Jumat belum tentu ada satu pakaian yang terjual. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu, masih ada pengunjung tetapi juga belum tentu terjual. ”Kalau satu hari ada baju yang terjual saja sudah syukur, kadang yang datang aja belum tentu ada,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (19/9).

Untuk menarik para pembeli dihari-hari biasa ditokonya sering mengadakan diskon. ”Awal bulan biasanya ada barang-barang yang jual murah, seperti beli dua pakaian gratis satu ,” tuturnya.

Bahkan untuk celana pihaknya menjual Rp 100 ribu dan baju ada yang diobral Rp 50 ribu per pises. Pedagang barang kebutuhan rumah tangga, mengaku pendapatan juga menurun hanya saja tidak begitu drastis. Hal ini dikarenakan, masyarakat masih datang untuk membeli.

Seperti pada toko Pirma yang dimilik Asun menyebutkan, berbagai barang kebutuhan rumah tangga, setiap harinya masih ada pembeli. ”Ada saja yang berbelanja di toko, barang yang dijual hampir lengkap semuanya,” jelasnya.

Asun menyebutkan, terkait pendapatan tidak menentu. Tapi menurun meski demikian masih pendapatan masih menutupi untuk membayar gaji karyawan dan operasional. Ia menambahkan, karena kondisi ini sudah ada beberapa toko yang tutup dan memilih membuka di kawasan lain.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here