OPD Harus Bantu Industri Rumahan

0
49
Wabup Natuna Ngesti saat pimpin rapat koordinasi pelaksanaan industri rumahan Natuna 2018, Selasa (4/9). f-hardiansyah/tanjungpinang pos

Wakil Bupati Ngesti Yuni Suprapti menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Natuna bisa mensinergikan kegiatan untuk masyarakat sebagai modal memajukan dan membantu Industri Rumahan (IR).

NATUNA – Dikatakannya, koordinasi pelaksanaan industri rumahan ini sangat penting sekali, karena dalam meningkatkan usaha perlu adanya kerja sama yang baik antarinstansi.

”Sekarang ini, koordinasi antar OPD sangat penting dalam meningkatkan industri rumahan yang ada di Natuna dan itu pun masih sangat kurang perlu ditingkatkan lagi. Makanya kerja sama antarOPD dibutuhkan,” ucap Wabup Ngesti saat pimpin rapat Koordinasi Pelaksanaan Industri Rumahan Kabupaten Natuna 2018 di ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Selasa (4/9).

Ia juga mengungkapkan, hasil pendataan yang dilakukan mahasiswa STAI, hampir rata-rata usaha IR sifatnya olahan rumah tangga, dan belum termasuk industri kerajinan tangan yang dimiliki Natuna. ”Saat industri yang ada di Natuna diketahui industri kecil dan industri rumah tangga. Dan itu pun masih jauh dari harapan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Untuk satu tahun ini saja sudah ada kurang lebih 94 IR yang tersebar di seluruh kecamatan dan desa se-Kabupaten Natuna. Namun optimalisasi bagi IR sendiri dirasakan belum maksimal dan perlu peran dari semua pihak.

Ia berharap, bina-binaan IR yang ada supaya bisa mendapatkan bantuan dari OPD terkait. Selain itu, ia juga meminta kepada Dinas Pariwisata untuk bisa mendukung dan mempromosikan olahan-olahan IR tersebut.

”Ya semoga saja ke depannya industri rumahan yang ada di Natuna bisa berkembang dengan pesat dan mampu mendorong perekonomian masyarakatnya,” tutupnya.

Sementara Kabid kesetaraan gender dalam KUKM dan ekonomi kreatif, Dra. Anisah mengatakan pembahasan rapat kali ini meliputi pendataan kembali konsep pengembangan Industri Rumahan, pembahasan hasil pemetaan pelaku Industri Rumahan pada tahun 2017 dan pembahasan tindak lanjut hasil pemetaan.

”Tujuan IR ini untuk mewujudkan kesejahteraan peningkatan ekonomi. Namun tidak semua wilayah mendapatkan pelaku pilot IR. Makanya kita perlu adanya pendampingan dan pioner agar bisa bekerja dengan bahan baku yang ada di daerah masing-masing,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, dalam bulan September ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI akan mengadakan pelatihan sebanyak dua kali bagi para pelaku usaha di Kabupaten Natuna.

”Jadi dalam waktu dekat ini kita akan adakan pelatihan. Yang dimana pesertanya adalah para pelaku usaha. Untuk IR 1 berjumlah 97 orang dan IR 2 sebanyak 3 orang,” katanya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here