Operasi Pasar Murah Diserbu Warga

0
567
BERAS MURAH: Warga antre untuk beli beras murah yang digelar Disperdagin dan Bulog. F-istimewa

Harga Beras Cuma 8.100 Per Kg

TANJUNGPINANG – Hingga Senin (19/12) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tanjungpinang masih menggelar operasi pasar (OP) beras di beberapa titik di Tanjungpinang. Operasi ini akan berakhir Minggu (31/12) mendatang.

Masyarakat antusias membeli beras medium di OP. Warga rela antre untuk mendapatkan beras murah. Sejak OP digelar Rabu (6/12) hingga Senin (18/12) sudah 12,1 ton beras terjual. Harga beras medium kualitas premium ini hanya Rp 8.100 per kg. Kalau harga di pasar tradisional mencapai Rp 13.500 hingga Rp 14 ribu per kilonya.

Kepala Bulog Tanjungpinang, Joko Santoso, mengatakan lokasi OP beras murah, Selasa (19/12) hari ini, yakni Rumah Pangan Kita (RPK) Aira (Kelurahan Kemboja), RPK ALIF Pasar Bintancenter (Kelurahan Air Raja) & Simpang Lapangan Bola Hang Lekir (Kelurahan Batu 9), RPK Dewi Pasar Baru (Kelurahan Tanjungpinang Kota), RPK Arman Gang Bukit Cermin (Kelurahan Bukit Cermin), RPK Sigit Depan Waterboom (Kelurahan Batu 9), RPK Narno Jalan Salam (Kelurahan Sei Jang) dan mobile depan Kantor Lurah Sei Jang.

”Masih tersedia banyak beras yang akan dijual ke masyarakat dengan harga murah,” kata Joko Santoso, kemarin.

Menurutnya, permintaan beras jelang Natal dan Tahun Baru cukup signifikan. Bulog dan Disperindag tidak membatasi warga untuk membeli, tapi sewajar-wajarnya. ”Tak boleh juga diborong dengan jumlah puluhan karung. Ya kita lihat di lapangan yang datang membeli memang orang boleh dikatakan keluarga menengah ke bawah,” bebernya.

”Instruksi dari Pak Menteri Perdangangan, OP beras murah harus sampai 31 Desember mendatang,” bebernya.

Kata dia, OP tidak hanya digelar di Tanjungpinang. Berapa daerah di Kepri juga bakal digelar OP beras murah. ”Rencananya hari ini (kemarin) di Natuna kita menggelar operasi pasar, tapi Pemkabnya belum memberikan kabar,” tegasnya.

OP digelar untuk menekan lonjatan harga beras jelang Natal dan Tahun Baru. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here