Operasi Pasar Murah Ricuh

0
314
Warga menunjukkan kupon sembako kepada panitia. f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Paket sembako murah senilai Rp114 ribu yang dijual ke warga cuma Rp76.500 per paket oleh Pemko Tanjungpinang, ricuh dan menuai protes dari warga yang tak mampu.

Mestinya masyarakat yang tak mampu diprioritaskan menerima kupon untuk ditukarkan sembako murah. Kenyataan di lapangan justru mereka tidak menerima kupon tersebut dari pemerintah. Melalui pihak kelurahan maupun dari perangkat RT/RW. Terjadi di tengah masyarakat, justru orang yang mampu mendapatkan kupon dari pemerintah.

Pemko menjual satu paket sembako hanya Rp76.500, isinya per paketnya yakni tiga kilogram gula pasir, dua kilo tepung, dua liter minyak goreng dan satu papan telur (isi 30 butir). Operasi pasar murah ini masih berlangsung hingga Jumat (25/5) mendatang.

Endang, salah satu warga Kelurahan Melayu Kota Piring, merasa kesal dengan adanya operasi pasar murah yang diadakan oleh Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin). Ia sudah antre untuk membeli sembako, namun tidak dilayani oleh pihak panitia kelurahan karena tidak memiliki kupon. ”Sudah antre, pas mau membeli tidak dilayani karena tidak punya kupon,” kata Endang kepada Tanjungpinang Pos di operasi pasar murah di Kantor Kelurahan Melayu Kota Piring, Selasa (22/5).

Endang juga tidak tahu, kenapa perangkat RT maupun RW diwilayahnya tidak membagikan kupon kepadanya. Padahal, ia melihat masih banyak warga di lingkunganya lebih mampu darinya, namun mereka menerima kupon. ”Sepertinya pilih kasih ya,” tanya dia.

Wanita ini hanya bisa berpesan kepada pemerintah, kalau bisa kedepannya untuk menggelar operasi pasar murah harus merata ke masyarakat. Agar masyarakat yang sepertinya, bisa juga merasakan sembako murah yang dijual pemerintah. ”Kita harap bagi kuponnya harus merata ya,” sebut dia.

Sementara itu, Kardino warga Kota Piring juga menilai, operasi pasar murah yang digelar oleh pemerintah seakan-akan tidak serius. Pasalnya, masih banyak masyarakat tidak mampu tidak bisa membeli sembako murah. Padahal, mereka merasa sangat terbantu dengan adanya sembako murah, karena harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran. ”Saya mau beli tapi tidak punya kupon. Saya tidak terima kupon dari RT. Ini tidak adil. Nampak kali pilih kasihnya,” tegas Kardino dengan raut wajah kesal.

Kalau tidak bisa merata pembagian kupon sembako murah, ia berpesan ke pemerintah untuk tidak menggelar operasi pasar murah. Kalau operasi pasar hanya untuk orang mampu, sangat menyakitkan bagi kami yang tak mampu. Lebih baik operasi pasar dihapus saja, agar sama-sama tidak mendapatkan sembako murah.

”Jangan adakan operasi pasar murah saja lah. Macam apa ini. Kok masyarakat dimain-mainkan seperti ini,” sebut dia sambil meninggalkan halaman Kantor Lurah Melayu Kota Piring berada di Jalan Peralatan, Km 7 Tanjungpinang.

Sementara itu, staf Kasi Pelayanan Kelurahan Melayu Kota Piring, Sopian Toni yang langsung didampingi Lurahnya, Feri Ismana mengatakan, kupon yang diterima warga bukan murni dari pihak kelurahan. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here