Operasionalkan SWRO Tunggu SK UPTD

0
707
AIR BERSIH: Warga saat melihat tabung pengelolaa air bersih di Pulau Penyengat F-Suhardi/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Pembangunan instalasi penyulingan Air laut menjadi air minum Sea water Reverse Osmosi (SWRO) di Pulau Penyengat sudah selesai. Bahkan, Perwako terkait UPTD-nya sudah ditandangani Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah.

Hanya saja hingga kini, belum dioperasional atau difungsikan sehingga tidak dapat dinikmati masyarakat. Begitu juga dengan SWRO yang di Batu Hitam. Sedangkan, SPAM di Kampung Bugis sudah dioperasionalkan namun belum bisa menarik tarif.

Untuk diketahui, belum lama ini warga Pulau Penyengat mengirimkan pesan singkat ke nomor redaksi Tanjungpinang Pos, bahwa kini mengalami kesulitan air bersih. Meminta Pemko memberikan solusi karena persoalan air bersih bukan hal baru melainkan sudah lama dirasakan. Di Pulau Penyengat jika hujan tak turun satu hingga dua bulan maka akan dilanda kekeringan. Warga akan sulit mencari air bersih, serta terpaksa membeli hingga menyeberang ke kawasan kota.

”Kalau di Pulau Penyengat kalau tak turun hujan sebulan saja sudah terasa kekeringannya. Harusnya Pemko mengoperasikan air SWRO yang telah dibangun,” ujar Tomi salah satu warga Pulau Penyengat. Warga hanya sempat mengetahui akan dioperasikan setelah ada serah terima dari Satker Air ke Pemko. Hanya realisasinya belum ada hingga kini. Kepala Dina Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Hendry ST menuturkan, Perwako UPTD sudah ada, tinggal SK ketua dan pengurus lainnya yang belum ada.

Terkait hal ini masih akan di bahas. Meskipun megaku sudah menentukan siapa nantinya yang akan memimpin, yaitu pejabat setara Kasi di Bidang Cipta Karya (CK) Dinas PU Kota Tanjungpinang. ”Kalau ketua UPTD nya sudah di bahas, tinggal SK nya saja,” paparnya.

Air SWRO Rp 2 Ribu per Galon
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya (CK) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjungpinang, M Irfan menuturkan, terkait harga masih akan dibahas lebih lanjut oleh UPTD, namun sudah ada gambaran sekitar Rp 2 ribu per galonnya. Air ini digunakan untuk kebutuhan air minum, bukan untuk keseluruhan seperti mencuci dan mandi.
”Jika Rp 2 ribu per galon sudah lebih murah dari pada harga yang berada di pasaran masyarakat,” ungkapnya. Meski demikian, pembahasan tetap di UPTD nantinya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here