Orang Gila Meningkat, Tanjungpinang Butuh RS Jiwa

0
518
H Raja Ariza bersama Agustiawarman membagikan sembako. f-ist/humas pemko tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Tingginya kebutuhan hidup tiap hari membuat sejumlah orang mulai depresi dan berujung pada gangguan mental. Kondisi ini juga terjadi di Kota Tanjungpinang.

Data dari Dinas Sosial per tahunya sedikitnya ada 35 hingga 40 orang depresi atau orang gila dari Tanjungpinang di kirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru, Riau.

Meskipun tinggi, sayangnya hingga kini, di Tanjungpinang maupun di Kepri belum ada rumah sakit jiwa. Baik yang dibangun Pemko Tanjungpinang atau Pemprov Kepri.

Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang Agustiawarman mengungkapkan, banyak warga Tanjungpinang yang mengalami gangguan jiwa. Penyebabnya, selain karena faktor ekonomi ada juga disebabkan karena faktor keluarga. Mereka tetap ditangani oleh Dinsos dengan baik dan diobati Rumah Sakit Jiawa (RSJ) Pekanbaru. Pemko berharap agar Pemprov Kepri bisa menjembatani lahirnya pembangunan rumah sakit jiwa di Kepri. Apakah dibangun di Pulau Bintan atau di Batam.

”Selama ini, sekali kita kirim ada 4 orang stres ke RSJ Pekanbaru. Dan, kita bawa pulang lagi yang sudah sehat setelah berobat di RSJ kira-kira empat atau lima orang,” kata Agustiawarman, kemarin.

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang mengalami stres, setelah dianalisa ada disebabkan karena faktor ekonomi ada juga karena faktor keluarga. ”Kalau orang Tanjungpinang yang sudah menetap lama, kalau kita temukan ada stres, masih bisa kita tahu jejak dan penyebabnya. Tapi, banyak juga tiba-tiba orang pendatang, kita tidak tahu asal usul keluarganya, ini menjadi masalah. Terutama pendatang sebelumnya pernah jadi Tenaga Kerja Indonesia,” kata dia.

Sambung dia, kendala yang dialami oleh Dinsos saat mengirim pasien orang gila ke RSJ Pekanbaru adalah biaya pendamping, baik dari staf Dinsos, kesehatan maupun Satpol PP. ”Dana penamping itu yang mahal, biaya naik feri ke Pekanbaru dan tiket pesawat pulangnya,” tegasnya. Sedangkan biaya pengiriman orang stres ditanggung oleh BPJS.

”Orang stres atau gila masuk dalam orang telantar, maka negara yang membiayainya,” bebernya.

Menurutnya, kalau sudah ada rumah sakit di Tanjungpinang atau di Bintan atau di Batam, maka biaya pendampingi pengiriman orang gila tersebut, tidak sebesar biaya saat mengirim pasien orang gila ke RSJ Pekanbaru. (bas) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here