Orangtua Perlu Pantau Aktivitas Anak di Luar Rumah

0
703
BERSAMA SISWA: Simon Awantoko bersama siswa SDN 004 Tanjungpinang Timur.f-TUNAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Belum lama ini, informasi dari Sulawesi Utara, banyak anak yang pingsan bahkan berprilaku aneh serta meninggal setelah mengkonsumsi obat yang belum diketahui pasti jenisnya.
Hal ini sempat menghebohkan media sosial (medsos), yang meminta para orangtua waspada terhadap pergaulan serta memantau obat serta makanan anak saat di luar rumah.

Terkait hal ini, Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko menuturkan, perlu peran atau kewaspadaan dari orangtua untuk memantau aktivitas anak di luar rumah. ”Mudah-mudahan ini tidak terjadi di Tanjungpinang, perlu peran semua lapisan termasuk sekolah,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (15/9).

Baca Juga :  Anak Hafal Alquran Dapat Mahkota

Letak geografis Tanjungpinang yang berdekatan dengan beberapa negara asing, bisa menjadi peluang. Namun, juga sebaliknya sebagai ancaman. Dalam hal ini, masuknya prilaku budaya asing dan barang-barang terlarang seperti narkoba serta terapaan isu-isu yang menghancurkan generasi muda.

Untuk itu, para orangtua harus memastikan dan dapat memantau pergaulan anak. Jangan sampai prilaku tak baik memasuki masa remaja yang berakhir pada hancurnya masa depan generasi ini. ”Kita sama-sama memantau. Mulai dari lingkungan rumah dan sekolah.

Siswa atau generasi muda diminta harus mampu cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan melakukan aktivitas positif. Perkembangan teknologi terlebih media sosial saat ini semakin canggih dan dapat mempengaruhi pola pikir anak-anak muda.

Baca Juga :  600 Siswa SMPN 12 Belajar dengan 17 Unit Komputer

Fungsi orangtua sangat penting dalam hal ini memantau. Para siswa juga harus mengetahui perwujudan pengabaian dari nilai-nilai kehidupan dengan masuknya budaya asing tersebut. Terutama seperti tindakan radikalisme yang mengatasnamakan agama, terorisme, munculnya atribut ajaran atau paham terlarang dan ujaran kebencian yang saat ini ramai di media sosial. ”Siswa jangan mudah terpengaruh, apalagi terkait isu-isu yang mengatas namakan agama serta masukkan budaya asing,” paparnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here