Orangtua Siswa Dibekali Cara Mendidik Anak

0
54
ORANGTUA siswa SMPIT As-Sakinah saat mengunjungi lokasi sekolah itu di Senggarang, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Minggu, YBIS Gelar Seminar Parenting

TANJUNGPINANG – Pendidikan bisa maju jika semua berperan baik pemerintah, orangtua, tenaga pendidik dan siswa itu sendiri. Perlu kerja sama semua pihak. Peran orangtua sangat besar dalam keberhasilan anak baik dalam menguasai ilmu pengetahuan terutama dalam mendidik perilaku. Sehingga tumbuh siswa yang berakhlak mulia.

Agar orangtua siswa memiliki bekal bagaimana cara mendidik anak yang benar, maka perlu dibekali dengan mendatangkan orang yang ahli di bidangnya.

Inilah yang akan dilakukan pengurus Yayasan Bina Insan Sakinah (YBIS) Tanjungpinang kepada 700-an orangtua siswa yang belajar di beberapa sekolah di bawah naungan yayasan tersebut baik itu PAUD, TK, SD dan SMP.

Adapun sekolah di bawah naungan yayasan ini yakni PAUDIT As-Sakinah, TKIT As-Sakinah, SDIT As-Sakinah, SDIT Ar-Refah dan SMPIT As-Sakinah.

Ustaz Muqtafin M.PD, Ketua YBIS Tanjungpinang mengatakan, seminar tersebut akan digelar di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (9/9) pagi sampai siang. Acara ini diselenggarakan untuk orangtua murid dan umum.

”Kami perkirakan sekitar 600-an orangtua siswa yang akan hadir nanti termasuk 120-an orang guru-guru kita. Masyarakat umum juga bisa mendaftar sebagai peserta,” jelas Muqtafin via ponselnya, kemarin.

Dijelaskannya, mereka mendatangkan narasumber yakni dr Gunawan, NIP yang memang memiliki keahlian bidang itu. Sehingga makin banyak bekal orangtua siswa dalam mengembangkan dan memajukan pendidikan anak-anaknya ke depan.

Memang, kata dia, selama ini orangtua siswa selalu aktif di sekolah karena sekali sebulan ada pertemuan dengan guru-guru. Itulah kesempatan mereka untuk konsultasi dengan guru. ”Biar bertambah pengalaman mereka, makanya kita adakan seminar itu nanti,” bebernya lagi.

Yang terpenting dari seminar itu nanti adalah untuk menyatukan persepsi dan pola ajar di seluruh sekolah yang ada di bawah naungan yayasan itu.

Ia mencontohkan, banyak yang mampu membeli rumah mewah, namun tidak berguna apabila hidupnya tak nyaman menempati rumah itu. Banyak yang mampu membeli kasus besar dan empuk, namun tidak berguna apabila tak bisa tidur nyenyak.

”Banyak yang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah mahal, namun untuk apa jika hasil akhir anak didik itu perilakunya tak baik. Harus ada kerja sama orangtua siswa dan sekolah. Inilah yang kita himpun agar sama-sama punya bekal mendidik anak-anak kita,” bebernya lagi.

Apalagi saat ini, kemajuan zaman ikut menggerus mental siswa. Seperti siswi Tanjungpinang yang dikabarkan menjadi kelompok PSK. Jangan sampai anak-anak bergaul dengan orang-orang seperti itu.

”Orangtua siswa kita bekali. Ini ibarat sekolah untuk orangtua. Zaman milenial ini, beban orangtua makin besar mendidik anak-anaknya. Nanti, mereka akan mendapat teknik dan cara-caranya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, ada lima tugas orangtua dalam membentuk karakter anak yakni, pertama mendidik. Artinya, orangtua harus ikut mendidik anaknya di rumah.

Kedua adalah memberi contoh yang baik baik itu perilaku maupun tutur bahasa. Sehingga si anak sudah terbiasa dengan hal-hal baik sejak kecil baik itu perilaku dan perkataan.

Ketiga adalah memberi nasihat. Jangan pernah bosan menasihati anak. Saat ini, anak-anak sulit menerima nasihat. Beda dengan anak zaman dulu. Karena itu, meski harus memberi 1000 kali nasihat, tetap harus dilakukan.

”Jika anak tak mau mendengar meski sudah diberi tahu lima kali, jangan dibiarkan. Jangan menyerah. Harus tetap beri nasihat, nasihat dan nasihat,” jelasnya. Keempat adalah pengawasan. Anak harus selalu diawasi baik di rumah maupun di luar rumah. Apabila menonton di smartphone, perhatikan apa yang ditontonnya. Jangan sampai nonton film dewasa atau porno.

Teman-temannya di luar juga harus tahu siapa saja. Apakah bergaul dengan klub-klub liar, geng, atau dengan siswi seperti berita terbaru (klub PSK). Jangan sampai anak berbohong mengaku belajar kelompok, ternyata berbuat aneh-aneh.

Kelima, beri reward atau penghargaan apabila anak pintar, juara, mau dinasihati, tidak melawan guru, tidak melawan orangtua dan selalu bersikap baik. Karena mereka lah generasi penerus.

”Karena itu, saya berharap orangtua siswa datang lengkap. Banyak pengetahuan yang akan disampaikan narasumber nanti,” harapnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here