Orangtua Teken Fakta Integritas

0
510
KETUA Komisi I DPRD Tanjungpinang Maskur Tilawahyu dan Lurah Pinang Kencana Syamsul saat meninjau SMPN 16 Tanjungpinang, dua pekan lalu.F-martunas/tanjungpinang pos

Siswa SMPN 16 Tanjungpinang Dilarang Bawa Ponsel dan Motor

Sejak SMPN 16 Tanjungpinang Timur dioperasikan tahun 2016 lalu, orangtua siswa angkatan pertama langsung diminta meneken fakta integritas terkait penerapan disiplin anak di sekolah dan berlanjut hingga saat ini.

TANJUNGPINANG – KEPALA SMPN 16 Tanjungpinang Yulidarnis mengatakan, semua orangtua menandatangani perjanjian dalam fakta integritas itu. Isi pokok perjanjian itu adalah, siswa tidak bisa mengendarai sepeda motor ke sekolah dan tidak diperkenankan membawa ponsel alias HP.

”Penandatanganan fakta integritas itu sudah kita lakukan sejak tahun 2016 lalu. Setiap siswa baru, orangtuanya wajib menandatangani fakta integritas. Tahun ajaran baru 2018/2019 ini pun, orangtua tetap meneken fakta integritas,” ujar Yulidarnis kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (24/7).

Dijelaskannya, penandatanganan fakta integritas ini dilakukan sebelum siswa masuk sekolah. Sehingga, saat siswa sudah mulai masuk, tidak ada lagi yang membawa sepeda motor dan ponsel.

Kenyataannya, pada saat kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru yang digelar, Senin-Rabu pada 16-17 Juli lalu, masih ada siswa yang membawa ponsel dan sepeda motor.

Pihak sekolah langsung memanggil orangtua yang bersangkutan dan meminta komitmen orangtua agar mematuhi isi fakta integritas yang sudah ditekennya. Sehingga ke depannya, tidak ada lagi siswa yang mengendarai motor dan membawa HP ke sekolah.

Baca Juga :  Nikah Dini, Siswa Diminta Ikut Paket C

”Kita kasi kesempatan kemarin karena masih mengikuti PLS. Sekarang kita tegas, tidak boleh lagi. Kalau ada motor yang ketahuan dibawa siswa, maka kita minta orangtuanya datang dan menjemput motor itu,” tambahnya.

Saat hari ketiga penyelenggaraan PLS, diam-diam para guru melakukan sweeping ke dalam kelas. Ternyata masih banyak ditemukan ponsel di tas siswa.

”Kita ambil dan orangtuanya yang datang menjemput ke sekolah. Kita tidak main-main dalam hal ini,” ungkap mantan Wakil Kepala SMPN 12 Tanjungpinang Timur itu.

Yulidarnis menegaskan, ke depan tidak ada lagi toleransi bagi siswa yang ketahuan membawa ponsel ke sekolah. Apabila ditemukan masih ada bawa ponsel, maka hape tersebut akan ditahan di sekolah hingga Ujian Tengah Semester (UTS) September nanti.

Selasa kemarin, beberapa orangtua datang ke sekolah itu untuk menghadap pihak sekolah. Mereka dipanggil ke sekolah lantaran anaknya ketahuan membawa motor dan memarkirkan motornya di halaman rumah warga dekat sekolah itu.

Warga yang tidak terima dengan perlakuan siswa tersebut datang ke sekolah dan memberitahukan bahwa ada siswa yang memarkirkan motor di halaman rumahnya. Yang membuat pemilik rumah kesal adalah, siswa yang tak disebutkan namanya itu tidak bersikap sopan sama sekali.

”Orangtua sudah kita suruh datang menjemput. Tetap kita ingatkan fakta integritas itu. Harus sama-sama komitmen menjalankan aturan. Karena itu disiplin yang kita terapkan bersama,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jumat, Pengumuman Kelulusan SMP

Siswa dilarang membawa ponsel ke sekolah agar bisa konsentrasi belajar. Bukan untuk main-main atau yang paling dikhawatirkan adalah, siswa bisa saja menyimpan video berkonten porno di ponselnya.

Terkait larangan membawa motor ke sekolah, demi keselamatan siswa itu sendiri. Sebab, jika dibiarkan bawa motor, maka ugalan-ugalan di jalan tidak bisa dihindari dan akan mencelakai siswa itu sendiri.

Yulidarnis mengisahkan, secara aturan pun, siswa SMP belum bisa mengendarai motor karena usianya belum mencukupi. Dan yang paling perlu diantisipasi adalah, jangan sampai siswa ugal-ugalan hingga balapan liar yang bisa berakit pada hilangnya nyawa di jalan.

Salah satu siswa sekolah itu pernah mengalami naas di Pulau Dompak karena ikut balapan liar. ”Makanya kita minta jangan dibiarkan anaknya bebas membawa motor kemana-mana terlebih di malam hari,” pesannya.

Ditambahkannya, orangtua tidak repot mengantar jemput anaknya ke sekolah karena rata-rata siswa yang sekolah di sana merupakan warga sekitar sekolah itu.

Yulidarnis juga tidak menampik bahwa siswa yang nakal tetap ada dengan membawa motor berangkat ke sekolah. Namun motor itu dititipkan entah dimana saja kemudian jalan kaki ke sekolah.

Baca Juga :  Siswa Bisa Belajar di Malam Hari

Saat pulang sekolah barulah diambil motornya. Hal-hal seperti ini tidak mungkin selalu terpantau pihak sekolah. Karena itu, disiplin anak tetap harus diawasi bersama orangtua dan masyarakat.

Ia mengatakan, penerapan disiplin yang ketat merupakan modal bagi siswa ke depan. Sehingga saat melanjut ke SMA/SMK dan perguruan tinggi, sudah ada bekal disiplin yang tinggi sejak SMP.

Dengan tegas Yulidarnis mengatakan, siswa tak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan di sekolah. Namun kepada mereka juga ditanamkan karakter yang baik dan berakhlak mulia. Dan semua itu butuh dukungan bersama orangtua.

Sebagai sekolah baru, masih banyak fasilitas yang kurang di sekolah itu termasuk masih perlunya pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Karena saat ini siswa Kelas I harus masuk siang karena kurangnya RKB.

Kemudian, lapangan sekolah itu masih tanah. Sehingga perlu disemenisasi atau dipasang paving blok. Persoalan lain di sekolah itu adalah masih kurangnya guru.

Ia mengatakan, penerapan disiplin larangan membawa motor dan ponsel ke sekolah sudah diterapkan di sekolah lain di Tanjungpinang. Tujuannya tetap sama demi kebaikan sekolah dan siswa itu sendiri.(MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here