Orderan Tanjak Hingga Jepang

0
1528
TANJAK : Raja Ikhsan sedang mengenakan tanjak balong raje buatannya. f-istimewa

Hasil Kreativitas Pemuda Melayu Diminati di Luar negeri

Dendam tak sudah. Inilah salah satu model lipatan tanjak. Namun, makna kata itu tidaklah harus negatif. Bahkan dari nama itulah pemuda Penyengat Indera Sakti itu mampu meraup jutaan rupiah setiap bulannya.

TANJUNGPINANG – usianya belum genap 25 tahun. Namun pemuda Penyengat itu sudah jatuh cinta dengan budaya Melayu, terlebih lagi dengan tanjak. Namun tidak sebatas mencintai belaka, karena dari kecintaannya itu juga dia mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah. Adalah Raja Jul Ikhsan Dinastia, pemuda sang pengerajin tanjak yang eksis di jejaring sosial. Kepada Tanjungpinang Pos dia mengisahkan bahwa produksi tanjaknya sudah bermula jauh sebelum Tanjungpinang demam tanjak dan wali kota mengeluarkan surat edaran tentang wajib tanjak bagi ASN. ”Bermula itu ketika awal pembentukan Zuriat Agung. Belum jadi dan baru awal pembentukan. Itulah batu lompatan pertama saya jatuh cinta dengan tanjak,” kata dia.

Iklim budaya di Penyengat serta susur galur (garis) keturunannya yang masih kental dengan keluarga istana kerajaan Johor-Riau Lingga-Pahang itulah yang menyulut optimismenya untuk serius menggarap seni melipat kain ikat kepala ini. ”Kalau pertama jualan itu pas lebarah haji entah berapa tahun silam. Awalnya jual 5 pisis di Penyengat, alhamdulillah lekes (habis, red) makanya saya optimis,” bebernya.

Tak disangka, tangan terampil miliknya mampu menciptakan ragam jenis tanjak yang masuk kategori purba dalam sejarah kemelayuan, antara lain tanjak dendam tak sudah, tanjak solok timbe, tanjak balong raje, tanjak lang menyongsong angin, tanjak nakhoda terong, tanjak mahkota alam, tanjak belalai gajah, tanjak harian hingga kepada tanjak naga berlabuh.

Penjualan melalui gaya modern di akun instagram @fisabilillah_tanjak_melayu itupun menuai buah manis. Bahkan pembelinyapun berduyun memesan. ”Paling jauh itu pernah dibeli oleh orang Jepang. Itu tu, negeri matahari terbit, hehehe,” ungkapnya penuh bangga.

Prosesnya juga tergolong cepat. Karena kurang dari satu jam saja, Ikhsan sudah mampu menciptakan tanjak pesanan berbagai motif dan ukuran dengan penuh elegan dan siap pakai. Karena baginya, tanjak sudah bersebati dalam ruh dan nadinya. ”Tak sampai 1 jam sudah siaplah sesuai pesanan. Halisnya pun tak pernah ada yang komplen, alhamdulillah lah,” tandasnya yang kini mampu memproduksi 10 tanjak per hari guna memenuhi pesanan konsumen.

Tanjak buatan ikhsan ini seperti memiliki magnet tersendiri, karena dibuat dengan penuh ketelitian serta langsung diproduksi di tanah adat pulau mas kawin Penyengat. Tanpa karyawan, Ikhsan hanya memanfaatkan saudara kandungnya sebagai asisten jika orderan menggunung. ”Lebaran dan hari-hari besar biasanya pesanan banyak, tak sanggup sendiri, saya gandeng adik-adik lah,” kata dia yang tanpa sungkan meminta doa dan dukungan dalam siasat mempopulerkan kembali budaya purba orang Melayu.(YOAN S)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here