Organik, Bikin Produksi Padi Meningkat

0
462
Wakil Bupati Natuna Ngesti ketika memanen padi di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, kemarin.f-hardiansyah/tanjungpinang pos

SMK Pertanian Natuna Racik Pupuk Cair Microba Alfafa

Guru dan siswa SMK Negeri 2 Bunguran Barat (SMK Pertanian) Natuna berjibaku meracik pupuk cair Microba Alfafa untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.

NATUNA – PUPUK serba organik ini (nonkimia), telah diujicoba untuk padi. Ternyata berhasil. Produksi padinya lebih bagus. Karena itu, pupuk ini akan dipromosikan agar banyak permintaan, sehingga bisa diproduksi lebih banyak lagi.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti menghadiri panen raya padi organik di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah, Kamis (24/1).

Padi organik tersebut hasil kerja sama SMK Negeri 2 Bunguran Barat dengan petani Desa Air Lengit yang menggunakan pupuk tersebut.

Panen raya padi organik tersebut adalah hasil dukungan berbagai pihak terutama dukungan Wabup Ngesti, DPRD Natuna, beserta pihak Bank Riau Kepri dan sukses melaksanakan penanaman padi organik perdana pada akhir Oktober 2018 lalu.

Baca Juga :  Pelabuhan Kepri Terpadat Indonesia

”Alhamdulillah, melalui dukungan semua pihak dan kerja sama SMK Negeri 2 Bunguran Barat (SMK Pertanian) dengan petani, maka hari ini kita bisa memetik hasilnya. Butuh proses tiga bulan untuk sampai ke tahap panen,” kata Wabup Ngesti.

Penanaman padi organik ini sambung Ngesti, harus terus berlanjut sampai seluruh petani memahami bahwa menggunakan pupuk organik jauh lebih ekonomis dan sehat ketimbang menggunakan pupuk kimia.

”Pada kesempatan ini, saya akan mempromosikan pupuk cair Microba Alfafa buatan SMK Pertanian kepada para OPD. Ke depan dinas terkait harus bisa memberikan pembinaan supaya produksi pupuk organik di Natuna terus berlanjut dan bila perlu bisa dijual keluar daerah,” paparnya.

Baca Juga :  Empat Bulan, 916.260 Turis Berkunjung

Pada panen raya itu, hadir juga dari Badan Pusat Statistik (BPS) Natuna. Kehadiran mereka untuk mengetahui hasil produksi petani dan akan dimasukkan dalam data BPS. ”Kehadiran BPS ini supaya data mereka valid. Dan bersyukur, panen kali ini ada peningkatan hasil produksi,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, kata Ngesti, Pemerintah Kabupaten Natuna melalui dinas terkait akan terus mengakomodir kebutuhan petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.

Penggunaan pupuk organik harus menjadi contoh bagi desa lain agar turut serta menggunakan pupuk alami tersebut dalam bercocok tanam.

”Saya sudah bicarakan dengan pihak SMK Pertanian dan desa supaya pembinaan ini berkelanjutan. Kepada Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Disperindagkop dan UKM, harus dimonitor,” tutupnya.

Kepala SMK Negeri 2 Bunguran Barat (SMK Pertanian), Subihi mengatakan, kerja sama penanaman padi organik akan berlanjut. Kerja sama itu dilakukan lantaran pihak sekolah belum memiliki lahan sawah untuk praktek siswa.

Baca Juga :  Kepri Cocok untuk Semua Investasi

”Kami sangat senang, petani dan pihak desa bersedia bekerja sama dengan sekolah kami. Sehingga siswa tetap bisa belajar, dan petani juga bisa terus mengembangkan pupuk organik sebagai pupuk andalan dalam bercocok tanam. Terimakasih kepada Wakil Bupati dan pihak yang telah mendukung sehingga akhirnya kami bisa panen,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan pemanenan padi oleh Wabup Ngesti bersama sejumlah OPD, aparat TNI, Camat Bunguran Tengah dan FKPD serta pelajar SMK Pertanian dan dilanjutkan dengan perontokan gabah menggunakan mesin.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here