Ormas Minta Cabut Izin Tambang

0
278
MASSA demo di Kantor Gubernur di Dompak, Senin (18/2). f-istimewa

Banyak Ilegal Hingga Merusak Situs Sejarah dan Kuburan Di Bintan

Sejumlah organisasi masyarakat di bawah payung Aliansi Peduli Pulau Bintan (APPD) menggelar unjuk rasa di pelataran Kantor Gubernur Kepri, Senin (18/2) siang kemarin.

DOMPAK – Dalam aksinya tersebut, APPD meminta Gubernur Kepri H Nurdin Basirun untuk menyelesaikan persoalan tambang ilegal di Kabupaten Bintan.

Juandi, selaku koordinator aksi dan Ketua LSM Gaung Anak Negeri Kepri mendesak gubernur agar segera memenuhi empat tuntutan yang dikemas dalam pernyataan sikap.

Tuntutan pertama, mereka meminta Pemprov Kepri meninjau ulang dan atau mencabut IUP OP yang dikeluarkan oleh PTSP kepada beberapa PT atau CV yang diketahui melakukan penambangan.

Tuntutan kedua, massa juga meminta Pemprov membentuk tim investigasi untuk meninjau aktivitas eksploitasi di kawasan HPK (Hutan Produksi Konversi) dan Hutan Produksi terbatas (HPT).

Tuntutan ketiga, meminta Pemerintah Provinsi Kepri dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas oknum pegawai, oknum pemerintah, oknum legislatif dan oknum aparat penegak hukum serta mafia tambang apabila kedapatan melakukan dan atau bersama sama melakukan penambangan di Kabupaten Bintan yang menyebabkan kerugian negara.

Tuntutan keempat, meminta Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Bintan untuk bertanggungjawab penuh terkait kejadian penambangan yang terjadi di Kabupaten Bintan.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral Provinsi Kepri, Amjon berjanji siap menindaklanjuti aspirasi para pendemo.

Sayangnya, ketika disinggung mengenai aktivitas tambang ilegal yang diduga kuat telah merusak beberapa situs bersejarah di Bintan, Amjon berdalih tidak mengetahuinya.

”Kami provinsi tidak tahu menahu tentang penambangan yang dilakukan di kuburan atau situs bersejarah,” terangnya singkat.

Di sisi lain Juandi menjelaskan dari sepuluh LSM di bawah naungan APPB, dua diantaranya tidak hadir dalam aksi tersebut.

”Perwakilan LSM yang hadir ada saya selaku Ketua DPP GAN Kepri, Syukur Harianto Ketua Komite Nelayan Tradisional Kabupaten Bintan, Afrifda Nugraha Panglima Gagak Hitam Bintan, Thomas Maberis Ketua GAPURA Bintan, Abdul Karim DPD LAMI Kepri, Putra Alamsyah Ketua Lingkaran Pergerakan Anak Kepulauan Riau, Irwansyah DPW LKLH Kepri, dan Bang Awang Panglima Gagak Hitam Tanjungpinang,” bebernya.

Sementara yang tidak hadirm lanjut Juandi dari Hulubalang LAM dan LSM KPK Nusantara.

”Meski tinggal delapan perwakilan, tapi hal tersebut tidak menyurutkan kami untuk terus bergerak hingga ke pusat, apapun risikonya,” tutup Ketua GAN Kepri tersebut.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here