OTT, Mantan Kepsek Masuk Sel

0
56
Mungin Pribadi saat digiring petugas Kejari ke Rutan. f-raymon/tanjugnpinang pos

TANJUNGPINANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengeksekusi mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Bintan Timur (Bintim), Mungin Pribadi, Kamis (1/11).

Terpidana kasus pungutan liar (Pungli) yang sebelumnya menjadi tahanan kota tersebut, langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Ricardo Marpaung mengatakan, berdasarkan petikan putusan eksekusi nomor 13/Pidsus/TPK/Tahun 2018/PN Tpg yang dikeluarkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang agar tersangka dilakukan penahanan.

”Kami langsung melakukan penahanan terhadap terpidana ini ke Rutan Tanjungpinang,” katanya.

Majelis Hakim memjatuhkan hukuman 5 bulan penjara dan denda Rp5 juta subsider 1 bulan kurungan terhadap Mungin.

Selain itu barang bukti uang sebanyak Rp2 juta disita dan langsung disetorkan ke kas negara. Sementara terdakwa Syofranita juga dijatuhi hukuman hukuman 4 bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider 1 bulan penjara.

”Terdakwa Syofranita belum ditahan, karena menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim, untuk barang bukti uang sudah kami setorkan ke kas negara dan denda Rp5 juta juga sudah dibayarkan,” sebutnya.

Di tempat yang sama, Mungin berharap dirinya dapat menjalani semua ini dengan lancar dan baik.

”Semoga saya bisa menjalani ini dengan baik,” sebutnya.

Seperti diketahui, guru yang juga bendahara SMKN 1 Bintim, Syofranita tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Polres Bintan pada April 2018 lalu.

Ia melakukan pungli dengan memungut uang perpisahan, uang simulasi UNBK, uang UKK dan uang sampul ijazah dari siswa.

Dari hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan Kepsek SMKN 1 Bintim, Mungin Pribadi sebagai tersangka karena terlibat dalam kasus tersebut. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here