P3M STAIN Kepri Gelar Workshop OJS

0
262
KETUA STAIN Sultan Abdurrahman Kepri DR M Faisal menyerahkan cenderamata kepada Hasbullah narasumber workshop, Selasa lalu. f-yendi/tanjungpinang pos

BINTAN – Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepri menggelar workshop publikasi ilmiah, melalui jurnal yang berbasis online atau dikenal dengan Open Journal System (OJS), Selasa (16/10) lalu. Narasumber yang dihadirkan antara lain pengelola jurnal Ushuludin UIN Syarif Kasim Riau, Hasbullah dan Zaffril Syam.

Ketua P3M STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Saepudin mengatakan, memiliki karya pada jurnal berbasis OJS, merupakan suatu kewajiban bagi dosen yang melakukan penelitian. Hal ini sudah menjadi standar dalam dunia penelitian. Sehingga keberadaan jurnal di STAIN perlu diperkuat, dengan kegiatan workshop.

STAIN Sultan Abdurrahman Kepri memiliki satu jurnal, berkaitan dengan ilmu keislaman dan khazanah Melayu, yakni Perada. Masih ada tiga jurnal lain yang dikelola oleh masing-masing jurusan.

”Semuanya menggunakan sistem OJS, dan terbuka untuk penulis maupun pembaca,” kata Saepudin saat memberikan keterangan, Kamis (18/10) kemarin.

Selain itu, tambah dia, yang terpenting dari kegiatan ini ialah mempersiapkan jurnal di STAIN Sultan Abdurrahman, menjadi jurnal yang terakreditasi. Setahap demi setahap, persiapan telah dilakukan dan berharap tahun depan sudah bisa mendaftar untuk akreditasi, dan beberapa lembaga akreditasi nasional maupun internasional.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Muhammad Faisal, berharap dengan adanya kegiatan tersebut, maka seluruh jurnal di STAIN bisa segera terakreditasi, dan menjadi acuan untuk kajian keislaman dan kemalayuan. Ia meminta segala persiapan untuk akreditasi dipersiapkan, khususnya untuk jurnal Perada.

”Semoga denga kegiatan ini, motivasi untuk meneliti dan menulis para dosen semakin terpacu lagi. Kita harapkan jurnal di STAIN bisa segera terakreditasi,” tambahnya.

Dalam memberikan materi workshop, Hasbullah menyampaikan, yang terpenting dalam proses akreditasi jurnal yaitu manajemennya. Hampir separuh dari nilai untuk poin akreditasi itu, terletak pada proses internal jurnal. Oleh sebab itu, seluruh proses pengolahan jurnal dilakukan secara online. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here