Pabrik Rokok Mesti Pindah dari Batam

0
731
Ekspos tangkapan: Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan saat mengekspos tangkapan kasus penyelundupan ribuan slop rokok FTZ di Mako Lanal batam, Rabu (5/4). F-istimewa

BATAM – Penyeludupan sekitar 120 box atau sekitar 9.600 slop rokok diminta untuk diusut tuntas. Keberadaan pabrik rokok di Batam juga dipertanyakan, karena seharusnya pabrik rokok tidak ada di Batam. Potensi rembesan rokok dari Batam menjadi tinggi jika ada produksi rokok di Batam.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak yang hadir saat Lanal Batam, Rabu (5/4) mengungkap hasil tangkapan itu, menyampaikan harapannya.

”Minta diusut tuntas. Ini sangat merugikan Kepri dan negara,” katanya.

Jumaga juga mengapresiasi Danlantamal yang mengungkap penyeludupan rokok dalam jumlah besar itu. Diharapkan, kejadian yang sama tidak terulang lagi. Untuk menghindari kejadian yang sama, Jumaga menilai tidak perlu regulasi lagi. Namun perlu ketegasan aparat saja.

”Tidak perlu regulasi lagi, karena aturannya sudah bagus. Ini minta ditelusuri lagi. Akan ditemukan titiknya, kenapa ini keluar. Pasti ketemu fakta-faktanya,” katanya.

Jumaga menilai, pabrik rokok di Batam harusnya tidak ada. Pabrik rokok harusnya di luar Batam.

Alasannya, pabrik rokok di Batam meningkatkan potensi rembesan rokok keluar dari Batam. DPRD Kepri sendiri diakui akan memanggil BP Batam, terkait dengan itu. Termaksud kenapa sampai rokok keluar Batam.

”Ini akan ditelusuri. Tapi perlu dipertanyakan kenapa di Batam sampai ada pabrik rokok,” bebernya.

Pada kesempatan itu, Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Lanal Batam, mengungkap hasil tangkapan mereka, Senin (3/4). Hasil tangkapan itu diperoleh setelah mereka mengintai speed boat pembawa rokok tanpa cukai yang akan diselundupkan.

Rokok diamankan dari speed boat tanpa nama dengan tiga unit mesin 200 PK. Penyeludup itu dinilai terkenal licin dan pandai menghindari sergapan petugas. Berkat kesigapan tim WFQR, penyelundup rokok ini brhasil ditangkap di perairan Tanjung Cakang Pulau Galang.

Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI S Irawan, SE mengungkapkan, hasil pemeriksaan rokok itu akan dibawa ke Tanjung Dato Pulau Kijang. Pemilik rokok merupakan warga Batam dengan inisial H.?

”Kapal sendiri disebutkan tak ada dokumen dan dokumen muatan juga tidak ada,” jelasnya.

Rokok itu dimasukkan ke speed boat pada malam hari untuk menghindari petugas. Kemudian dibawa keluar Batam secara sembunyi-sembunyi. Ketika kondisi dirasa aman dan memungkinkan mereka bergerak cepat.

“Mereka juga selalu berkoordinasi dengan menggunakan handphone, dan jaringan sudah menunggu di pelabuhan tertentu untuk mendistribusikan ke berbagai daerah,” jelas Irawan.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here