Pabrik Smelter Diarahkan ke Karimun

0
1124
H Nurdin Basirun

Gubernur Siapkan Lahan 300 Hektare

Satu lagi investor berniat membangun pabrik smelter bijih bauksit di Kepri. Saat ini, investor lain sudah membangun pabrik smelter sedang di Bintan. Untuk pabrik smelter yang mau masuk ini, diarahkan agar dibangun di Karimun.

TANJUNGPINANG – BAHKAN, agar memudahkan investor masuk, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah menyiapkan lahan 300 hektare untuk membangun pabrik smelter tersebut.

Gubernur menawarkan kepada salah satu perusahaan pertambangan di Kepri agar memusatkan pembangunan pabrik pengolahan bijih bauksit (smelter) di Karimun. Hal ini sebagai wujud komitmen Nurdin menggerakkan keterpurukan ekonomi di Kepri.

Kepada Tanjungpinang Pos, Direktur Utama PT Berkah Pulau Bintan, (BPB) B. Susanto mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Gubernur Provinsi Kepri terkait rencana dibukanya kembali aktivitas pengolahan bauksit di Kepri saat ini.

”Pak Gubernur sudah menyediakan lahan sekitar 300 hektare di Desa Sawang Laut untuk pusat pembangunan pubrik smelter,” ujarnya via ponsel, Minggu (11/6) kemarin.

Gubernur Kepri menyetujui rencana akan dibangunnya pabrik smelter ini, karena perjuangan dirinya mengurus izin PT BPB ini. Apalagi, dari Kepri BPB satu-satunya perusahaan yang dokumennya sudah diterima pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Batu Bara (Minerba) RI.

”Rencana awalnya di Lingga, karena di sana tidak ada RTRW, sementara Pak Gubernur juga merestui BPB ke Sawang Laut,” terangnya. Susanto menceritakan, perjuangan PT BPB masih butuh proses dan dukungan penuh Pemprov Kepri dan Pemda Karimun ke depan.

Di Minerba, pihaknya sudah melengkapi persyaratan dokumen berbagai pengurusan persyaratan. Hanya saja saat ini masih terdapat kekurangan dua dokumen sesuai Permen Nomor 34 tahun 2017. Yakni Amdal pabrik dan persetujuan studi kelayakan pabrik yang dikeluarkan oleh pejabat setempat.

PT BPB, saat ini sudah mendapat surat resmi dari Direktur pengusahaan mineral (Minerba) untuk segera melengkapi dokumen yang kurang tersebut agar dapat diterbitkan izin IUPK olah murni mineral dan rekomendasi kuota ekspor. Sebelumnya, PT BPB sudah punya ancang-ancang membangun pubrik kandungan bijih bauksit di Kabupaten Lingga.

Tidak tanggung-tanggung, PT BPB menawarkan investasi sebesar Rp 13 triliun untuk membangun pabrik pengolahan bauksit (Smelter).
PT BPB telah menyatakan kesediaannya, dengan berkoordinasi berama pihak Pemprov Kepri dan Pemkab Lingga tentang rencana tersebut waktu itu.

Bahkan PT BPB sudah melakukan studi kelayakan beberapa kali di Lingga, hasil penelitian tersebut telah menghasilkan data, bahwa Lingga memiliki cadangan bahan baku bauksit terbesar di Kepri. Jumlah cadangan bauksit Lingga sekitar 600 juta metrik ton.(SUHARDI)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here