PAD Bintan Capai 61 Persen

0
67
BUPATI Bintan H Apri Sujadi didampingi Kepala Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan Yuzet ketika berdialog dengan masyarakat. F-YUSFREYENDI/TANJUNGPINANG POS

Pada semester pertama Tahun 2018, realisasi penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bintan mencapai angka 61 persen, atau sebesar Rp121 miliar dari total target pada Tahun 2018 sebesar Rp198 miliar.

BINTAN – Dengan jumlah itu, Bupati Kabupaten Bintan H Apri Sujadi optimis capai target diakhir tahun mendatang.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan Yuzed mengatakan, bahwa dari target penerimaan Pajak Asli Daerah (PAD) pada tahun 2018 sebesar Rp198 miliar.

Maka bila dilihat dari capaian pada semester pertama tersebut, lanjut Yuzet, sudah mencapai angka yang diharapkan.

”Secara presentase dari total target pada semester pertama, sudah mencapai angka 61 persen lebih dan artinya ke depan kita optimis bisa mencapai target,” tuturnya saat ditemui di kantornya, Senin (3/9)

Ia menambahkan, bahwa serapan pajak yang dipungut dan didapat dari berbagai sektor pajak seperti pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Reklame, Penerangan Jalan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan lain-lain.

Berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan, dari realisasi Semester Pertama Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mencapai Rp121 miliar tersebut.

Dengan rincian, Rp116 miliar berasal dari Pajak Daerah, sedangkan sisanya berasal dari sektor non pajak.

Sedangkan, dari realisasi pajak sebesar Rp116 miliar tersebut hampir keseluruhannya masih didominasi dari sektor Pajak Hotel dengan realisasi mencapai Rp54 miliar atau berkisar 77 persen dari target Pajak Hotel yang telah ditetapkan sebesar Rp71 miliar.

”Semester pertama, sektor pajak hotel masih menyumbang angka pendapatan daerah tertinggi “ ungkapnya menambahkan.

Bupati H Apri Sujadi S Sos saat ditemui di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan mengatakan, bahwa untuk menyikapi defisit keuangan akibat dari penurunan Dana Perimbangan berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi setiap tahunnya, membuat seorang kepala daerah harus mampu menyusun dan menyiasati setiap program kerja yang harus dilakukan.

Menurut Apri, era otonomi saat ini menuntut setiap Pemerintah Daerah (Pemda) harus lebih mandiri dan kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan serta aktif mencari berbagai peluang yang bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan kas daerah.

”Rasionalisasi program kerja perangkat daerah serta efisiensi belanja, merupakan salah satu formulasi kerja rutin yang harus dilakukan setiap tahunnya,” ujar Apri, Senin (3/9).

Pada tahun 2018, lanjutnya, target komponen pendapatan daerah masih dikuasai oleh Pajak Daerah sebesar 73,6 persen, retribusi daerah sebesar 4,3 persen.

Sementara, hasil dari Pengelolaan Kekayaan Alam sebesar 5,5 persen serta Lain-lain PAD yang Sah sebesar 16,6 persen.

”Saat ini, kontribusi pendapatan daerah yang terbesar berasal dari sektor Pajak Daerah yang sumbernya masih didominasi dari Pajak Hotel dan Pajak Restauran. 5 Sektor terbesar dalam PDRB Kabupaten Bintan, kontribusi terbesar terhadap PAD terbanyak dari sektor pariwisata yaitu 51 persen dari total PAD,” tutupnya mengakhiri. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here