PAD di Bawah Target

0
410
WALIKOTA Batam Rudi meninjau proyek pembangunan yang ada di Batam. Pemko memperbaiki infrastruktur guna membuat wisatawan betah di Batam dan diharapkan menambah PAD dari sektor perhotelan.f-istimewa

BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan evaluasi progres pelaksanaan program dalam APBD tahun 2019 dan Dana Alokasi Khusus (DAK), triwulan I. Karena target Pendapatan Asli Daerah (PAD belum sesuai harapan.

Selain itu, program fisik masih dalam tahap lelang, terutama untuk DAK. Sementara program yang terkait dengan pendapatan daerah, masih belum mencapai target.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, Rabu (24/4) di kantor Wali Kota Batam, mengungkapkan progres saat ini. Diakui, sesuai rapat evaluasi APBD Triwulan I, pelaksanaan belanja, pihaknya fokus membahas kegiatan bersumber dari (DAK).

”Ini menjadi bagian fokus, karena DAK ini sudah jelas peruntukannya. Tapi sekarang sudah dalam tahap lelang,” kata Jefridin.

Baca Juga :  855 Peserta Dinyatakan Tidak Lulus

Selain itu, perhatian terhadap DAK penting, karena jika tidak dilaksanakan sekarang, tahun depan belum tentu atau bahkan tidak akan dialokasikan untuk Batam.

”Sehingga penting memperhatikan program ini. Kita sudah bikin langkah, khusus DAK kita adakan rapat minimal sebulan sekali, mengetahui progres,” sambungnya.

Menurutnya, petunjuk teknis pelaksanaan DAK sudah diterima OPD terkait. Progresnya saat ini juga diakui, sudah memasuki tahap lelang di bagian pengadaan barang dan jasa.

”Jadi mudah-mudahan tidak ada kendala berarti, sehingga progres pembangunan bisa sesuai ditargetkan dan selesai akhir tahun,” harap dia.

Baca Juga :  Cina-Batam Masih Terbang Tiga Kali Seminggu

Sementara untuk kegiatan lain yang bersumber dari anggaran daerah, diakui sudah memasuki tahap lelang. Program untuk dari anggaran daerah, mendapat dukungan dari pendapatan daerah. Hanya saja, untuk pendapatan ini, saat ini belum maksimal.

”Realisasi pendapatan daerah belum mencapai target. Hingga Maret terealisasi 20 persen. Normalnya, 25 persen,” sambungnya.

Data realisasi terendah terjadi di sektor retribusi. Dimana dari retribusi, sumbangan ke pendapatan saat ini, baru 13,25 persen dari target tahunan. Realisasi terendah diakui, dari perpanjangan izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA).

”Target perpanjangan IMTA Rp45 miliar. Sekarang baru tercapai 5,6 persen,” bebernya.

Untuk mencapai tergat pendapatan ini, Wali Kota Batam, HM Rudi memberikan arahan. Arahan terhadap OPD penghasil diberikan agar bisa mengambil langkah dalam mendongkrak realisasi pendapatan.

Baca Juga :  Wako Setuju Kenaikan Gaji DPRD

”Sehingga pertengahan tahun, realisasi sudah bisa sesuai ditargetkan. Terutama retribusi,” harapnya.

Untuk pajak, diakui cukup baik, sekitar 23 persen. Namun dari pajak restoran, hiburan dan hotel, diakui belum terlalu memuaskan. Hal ini karena dipengaruhi kunjungan wisatawan di awal tahun, bisa turun. Terutama karena faktor tiket pesawat yang mahal. ”Terutama usai pemilu,” kata Jefridin. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here