PAD Pariwisata Masih Minim

0
738

TANJUNPGINANG – Potensi wisata di Ibu Kota Provinsi Kepri Tanjungpinang cukup menjanjikan. Terutama wisata di pesisir pantai Tanjungsiambang. Selain itu Tanjungpinang juga punya beberapa objek wisata uggulan lain seperti Wisata Pulau Penyengat, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Vihara Seribu Wajah, Masjid Raya Sultan Riau, Wisata Religi ke Tempat Ibadah Bersejarah, Masjid Raya Dompak, Tugu Pensil, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, Bukit Kursi Pulau Penyengat.

Selain wisata pantai, belakangan ini ada pergeseran tren wisata, dari nuansa pantai menjadi pilihan bagi wisatawan. Sayangnya, pemerintah daerah belum melirik sektor pariwisata untuk menjadi pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Jangan Naikan HET Gas 3 Kg

”Objek wisata harus sudah mulai diperhatikan. Wisata kalau dikelola dengan baik, maka dapat menimbulkan pengaruh yang luar biasa. Bukan saja untuk peningkatan perekonomian masyarakat tetapi juga bisa menambah PAD,” kata Bobby Jayanto, pelaku pariwisata juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, kemarin.

Menurut Mantan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang ini, selama ini pemerintah hanya mencari data berapa jumlah turis mancanegera datang ke Tanjungpinang tanpa memperbaiki tempat-tempat wisata yang ada.

”Kalau objek wisata dibenahituris akan berlama-lawa berada di Tanjungpinang. Kondisi yang terjadi selama ini, turis yang datang ke Tanjungpinang lewat begitu saja. Daerah dan masyarakat tidak mendapatkan keuntungan. Kalau ada turis ke Tanjungpinang mereka hanya menginap satu malam di Hotel CK saja,” sebutnya.

Baca Juga :  Libur, Warga Pilih Rekam KTP-el

Selama turis itu di Tanjungpinang, sambungnya, mereka tidak kemana-mana karena tempat wisata yang bisa dijual ke turis belum maksimal. ”Setelah menginap semalam di CK, turis itu melanjutkan nginap di Lagoi hingga tiga atau empat hari, kemudian pulang ke negara asalnya,” sebutnya.(bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here