PAD Sulit Dicapai, Wewenang Jadi Alasan

0
436
Diki Kusniadi

NATUNA – PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Natuna tahun ini, masih mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 74 miliar. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemkab Natuna Diki Kusniadi, Senin (4/9). ”Target tersebut harus menjadi motivasi, dalam meningkatkan PAD Natuna yang sebelumnya jauh dari harapan. Jika target itu tercapai, maka akan jadi penunjang pembangunan Natuna ke depannya,” tegas Diki Kusniadi.

Menurutnya, Rp 74 miliar merupakan keinginan atau target yang diperdiksikan pada awal tahun 2017. Sehingga, target PAD senilai Rp 74 miliar menjadi pedoman dalam menyusun APBD 2018. Ia merincikan, target PAD tersebut didapat dari Pajak Rp 8.335.850.000, Retribusi Rp 570.405.000 dan ditambah dengan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 6.150.000.000 serta pendapatan lain-lain yang sah Rp 58.945.489.354.

Diki mengharapkan, target tersebut bisa tercapai sampai akhir tahun dan setiap tahunnya PAD Natuna bisa terus bertambah. ”Kita hanya bisa berharap target PAD Natuna bisa segera tercapai. Dan dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan, dan ini butuh kerja keras untuk meningkatkannya,” ungkap Diki.

Hal yang sama disampaikan oleh Kabid Pendapatan BPKPAD Natuna Wan Andriko menjelaskan, sebetulnya target maupun keinginan daerah peningkatan PAD bisa bertambah. Ia menambahkan, pihaknya menginginkan target tersebut bisa tercapai dengan maksimal. Namun, karena ada beberapa kewenangan yang dihapuskan serta ada yang dialihkan maka itu sulit dicapai. ”Kalau dulu jika kewenangan daerah masih ada dan dikelola langsung oleh daerah, mungkin bisa tercapai dengan target yang ditentukan. Sekarang ini kewenangan itu sudah ambil alih Provinsi Kepri,” jelas Wan Andriko.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here